WAKTU ANTARA ADZÂN DAN IQÂMAH

Pertanyaan:Berapa jarak waktu antara adzân dan iqâmah? Adakah dalîl yang shahîh lagi jelas yang menjelaskan tentang jarak tersebut?Hal-hal apa saja yang harus dipahami oleh seorang imâm masjid terlebih kepada para ma’mûmnya? Jawaban:Penentuan waktu antara adzân dan iqâmah tergantung kepada imâm, karena seorang muadzdzin tidak berhak iqâmah kecuali setelah imâm hadir atau setelah mendapatkan izin dari imâm, sebagaimana diperjelas di dalam …

HUKUM MERUQYAH DAN DIRUQYAH

Pertanyaan : Ustâdz, bagaimana hukum diruqyah dan meruqyah itu sendiri? Apakah orang yang sedang sakit parah dan orang yang keras yang selalu bisa melakukan kebid’ahan, bisakah dia diruqyah? Mohon penjelasannya. Jawaban:Permasalahan diruqyah dan meruqyah ini memerlukan adanya rincian, tidak cukup untuk langsung dikatakan boleh dan tidak pula cukup untuk dikatakan tidak boleh. Seseorang boleh diruqyah bila keberadaannya tidak meminta untuk …

HUKUM MEMINTA RUQYAH

Pertanyaan:Saya mau bertanya ke Ustâdz, bolehkah kita minta diruqyah sama orang lain, karena kalau kita sendiri ruqyah takut bacaannya tidak benar? Jawaban:Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk meminta ruqyah, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang 70.000 dari umatnya yang masuk Surga dengan tanpa hisab dan tanpa azab, di antara mereka adalah: هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ “Orang-orang yang tidak meminta …

SEHAT ITU MUDAH, KETIKA KITA SADAR DIRI DAN KOMITMEN MENGUBAH GAYA HIDUP

Pertanyaan:Seseorang sudah mengetahui bahwa ada beberapa makanan halâl tapi tidak baik bagi kesehatan, namun dia masih saja mengonsumsinya, kemudian dia sakit, apakah dia berdosa? Jawaban:Keberadaannya telah melanggar perintah Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: كُلُوا۟ مِن طَیِّبَـٰتِ مَا رَزَقۡنَـٰكُمۡۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـٰكِن كَانُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ یَظۡلِمُونَ “Makanlah oleh kalian dari berbagai makanan yang baik-baik, yang telah Kami rezkikan kepada kalian, dan tidaklah mereka …

MENGENAL ÃDAM AL-JAKARTÎ DAN ÃDAM AL-BANDAWÎ RAHIMAHUMALLÂH

Pertanyaan:Apa benar Ustâdz punya teman seorang dâ’î yang bernama Ãdam sama-sama alumni Dârul Hadîts Dammâj? Jawaban:Kawan kami yang kami kenal bernama Ãdam ada dua: Ãdam Al-Jakartî dan Ãdam Al-Bandawî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihimâ.Adapun Ãdam Al-Jakartî Rahimahullâh, kami berangkat sama-sama ke Dârul Hadîts Dammâj, pertama kali kami berjumpa di Bandara Jakarta, beliau ketika itu diantar ke Bandara oleh keluarganya, beberapa tahun …

MUNTAH TIDAK MEMBATALKAN PUASA

Pertanyaan:Apakah muntah termasuk pembatal puasa? Jawaban:Muntah bukan termasuk dari pembatal puasa, namun kalau seseorang khawatirkan dengan sebab muntah tadi dia akan lemas atau tidak kuat untuk meneruskan puasanya maka tidak mengapa baginya untuk membatalkan puasanya dan nanti dia ganti puasanya pada hari lain di luar bulan Ramadhân, hukum keberadaannya sama seperti orang yang sakit, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَمَن …

BENCANA ANTARA HUSNUL KHÂTIMAH DAN SÛ’UL KHÂTIMAH

Pertanyaan:Apakah tsunami dan gempa bisa dikatakan sebagai petaka atau ujian? Bagaimana dengan para korbannya? Jawaban:Gempa, Tsunami, banjir dan lain sebagainya dari berbagai bencana itu sebagai petaka pada suatu kaum dan sebagai musibah pada kaum yang lain, Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah menyebutkan tentang orang-orang yang terkena bencana: ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ “Kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan niat-niat mereka.” Masing-masing …

HUKUM MENGGUNAKAN SAJJÂDAH DI SAAT SHALAT

Pertanyaan:Bagaimana hukum memakai sajjâdah yang bergambar masjid atau ka’bah ketika shalat? Jawaban:Memakai pengalas ketika shalat tidaklah mengapa, sama saja pengalasnya berupa karpet, sajjâdah, atau kain. Selama pengalas-pengalas tersebut tidak terdapat padanya gambar makhluk bernyawa maka tidak mengapa menggunakannya.Adapun kalau gambarnya berupa gambar masjid, ka’bah atau ukiran-ukiran maka ini juga tidak mengapa, dan hukumnya akan menjadi makruh jika keberadaannya mengganggu kekhusyu’an …

MENYIKAPI RIWAYAT ISRÂÎLIYÂT

Pertanyaan:Bagaimana kita menyikapi perkataan para Ashhâbus Siyar itu Ustâdz? Bolehkah kita yakini? Jawaban:Ashhâbus Siyar jika mereka meriwayatkan suatu kisah maka kita melihat kepada isi kisahnya, apabila isi kisahnya tidak benar maka kita ingkari dan apabila isi kisahnya benar maka kita terima, karena Ashhâbus Siyar terkadang meriwayatkan secara mursal namun jalur periwayatannya berbilang, yaitu suatu riwayat bersesuaian dan bercocokan dengan riwayat …

KRONOLOGI WAFATNYA ASY-SYAIKH KAMÂL AL-‘ADNÎ RAHIMAHULLÂH

Pertanyaan:Kronologi wafatnya guru Ustâdz Asy-Syaikh Kamâl Al-Adnî itu bagaimana? Apakah beliau wafat seperti guru Ustâdz Asy-Syaikh Sa’îd bin Da’âs? Jawaban:Syaikhunâ Abû ‘Abdillâh Kamâl Al-‘Adnî wafat sama seperti wafatnya Syaikhunâ Abû Hâtim Sa’îd bin Da’âs Al-Yâfi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihim, keduanya wafat karena sebab dibunuh oleh kaum Syî’ah-Râfidhah.Asy-Syaikh Abû ‘Abdillâh Kamâl setelah mendengar bahwa Asy-Syaikh Abû Hâtim Sa’îd telah wafat maka …