Pertanyaan:Izin bertanya tentang sikap yang benar terhadap fâidah dari orang majhûl itu bagaimana? Jawaban:Orang yang berani memajhûlkan dirinya karena memang dia mengerti tentang keadaan dirinya tidak memiliki kadar, tidak memiliki kapasitas dan juga dia berada pada keragu-raguan, oleh karena itu orang majhûl harus ditinggalkan, demikian pula ditinggalkan fâidah yang dia sampaikan. Kita telah memperoleh bimbingan dari hadîts: دَعْ مَا يُرِيْبُكَ …
Pertanyaan:‘Afwân yâ Ustâdz ada yang titip pertanyaan, adakah hadîts shahîh perihal membaca surah Al-Qadr pada shalat tarâwih di 10 Ramadhân terakhir dengan membacanya pada setiap raka’at kedua? Jawaban:Tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya merutinkan membaca surat Al-Qadr pada shalat tarâwih di 10 malam terakhir bulan Ramadhân, tidak pula ada riwayat menyebutkan …
Pertanyaan:Untuk wanita haid di 10 malam terakhir di bulan Ramadhân, apa masih ada kesempatan buat mengejar Lailatul Qadr, karena dia tidak bisa shalat dan tidak baca Al-Qur’ãn? Jawaban:Wanita yang mengharapkan kebaikan dan keutamaan dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ pasti akan sedih bila datang haidnya di waktu yang memiliki keutamaan seperti pada waktu Lailatul Qadr, karena dia tidak leluasa ber’ibâdah sebagaimana …
PENDAHULUAN بِسمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِالحَمْدُ لِلّٰهِ، أَحْمَدُهُ، وَأَسْتَعِيْنُهُ، وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ Pembahasan ini kami beri judul “Onani tidak Membatalkan Puasa Akan Tetapi Orang yang Melakukannya Berdosa.” Pada asalnya pembahasan ini hanya berkaitan dengan pertanyaan tentang onani, apakah termasuk sebagai pembatal-pembatal puasa ataukah tidak? Dan jawabannya …
Pertanyaan:Apakah Lailatul Qadr itu sejak maghrib hingga shubuh? Kalau misal kita hanya shalat maghrib dan ‘isyâ di waktu itu, apakah kita sudah dapat Lailatul Qadr? Jawaban:Lailatul Qadr permulaannya dari masuk maghrib yang ditandai dengan tenggelamnya matahari dan berakhirnya ketika masuk waktu shubuh yang ditandai dengan terbitnya fajar, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: سَلَـٰمٌ هِیَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ “Lailatul Qadr adalah …
Pertanyaan:‘Afwân admin channel Maktabah Al-Khidhir, tolong sampaikan ke Ustâdz Abû Ahmad suatu pertanyaan, apakah ada doa khusus memberi dan menerima zakat fitrah? Apakah hal itu termasuk amalan para salaf?Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Orang yang memberi zakat hendaklah ikhlas karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, jika dia ingin berdoa setelah dia mengeluarkan zakatnya maka dia berdoa dengan doa umum: رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ …
Pertanyaan:Mau nanya, apa benar ada shalat tarâwih yang 8 raka’at sekalian dengan satu salâm? Bahkan ada 9 raka’at sekali salâm, sekalian witir? Jawaban:‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ pernah menceritakan tentang shalat lail Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ “Beliau shalat 8 raka’at lalu shalat witir kemudian shalat …
Pertanyaan:Ustâdz, kalau tarâwih di masjid sudah witir terus tidur malam, lalu bangun tahajjud, harus witir lagi tidak? Jawaban:Shalat tarâwih merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan pada bulan Ramadhân, demikian pula shalat tahajjud merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan setelah bangun dari tidur malam, berkata ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا …
Pertanyaan:Bagaimana mengkompromikan doa qunut witir Al-Hasan bin ‘Alî dengan penjelasan ‘Ulamâ yang menyebutkan bahwa tidak ada bacaan tertentu dalam qunut witir? Jawaban:Di antara para ‘Úlamâ seperti Sufyân Ats-Tsaurî dan An-Nakha’î berpendapat tentang tidak adanya bacaan tertentu untuk qunut witir.Pendapat mereka di sini sifatnya penafian sementara di dalam hadîts Al-Hasan bin ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhumâ ada penetapan bacaan qunut witir, dengan demikian …
Pertanyaan:Apa pendapat Ustâdz tentang Mâriyah yang dimiliki Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Apakah beliau Ummul Mu’minîn ataukah benar beliau budak wanita yang dihadiahkan kepada Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Jawaban:Mâriyah Al-Qibthiyyah Radhiyallâhu ‘Anhâ tidak dijuluki dengan Ummul Mu’minîn, karena yang mendapat julukan Ummul Mu’minîn hanyalah wanita yang dinikahi oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, berkata Allâh Tabâraka wa …