Berkata Abul Qâsim Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَالْمُقَفِّي، وَالْحَاشِرُ، وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ “Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffî, Al-Hâsyir, Nabiuttaubah dan Nabiurrahmah.” Riwayat Muslim (no. 6254).Pada suatu riwayat: وَأَنَا الْعَاقِبُ “Aku adalah Al-‘Âqib.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3532) dan Muslim (no. 6252).Pada suatu riwayat: وَأَنَا الْمَاحِي “Aku adalah Al-Mâhî.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3532) dan Muslim (no. 6252). …
Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdillâh bin ‘Abdil Muththalib bin Hâsyim bin ‘Abdi Manâf bin Qushay bin Kilâb bin Murrah bin Ka’b bin Luayy.Kunyah beliau Abul Qâsim, julukan beliau adalah Al-Âmîn, An-Nabî, Ar-Rasûl dan As-Sayyid, beliau berkata: أَنَا سَيِّدُ الْقَوْمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Aku adalah sayyid bagi kaum pada hari kiamat.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3340).Dalam satu riwayat: أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ …
Beliau adalah ‘Abdullâh bin Qais Al-Asy’ârî, kunyah beliau Abû Mûsâ dan beliau masyhûr dengan kunyahnya.Beliau lahir di Yaman dan datang ke Makkah sebelum Islâm, kemudian masuk Islâm, setelah itu beliau kembali ke qabîlah Al-Asy’ariyyîn Al-Qahthâniyyah di Yaman. Kemudian beliau bersama 50 orang lebih dari kaumnya keluar dengan menaiki kapal, hingga menghanyutkan mereka ke Habsyah. Setelah itu mereka ke Madînah, dan …
Pertanyaan:Untuk lafadz istighfâr, lebih dianjurkan yang mana untuk berdzikir: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ “Astaghfirullâhal ‘Adhîm.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh yang Al-‘Azhîm (Maha Besar).” Ataukah: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “Astagfirullah Waatûbu Ilaih.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh dan aku bertaubat kepadanya.” Jawaban:Istighfâr dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam yang paling banyak beliau ucapkan adalah: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “Astagfirullah Waatûbu Ilaih.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh dan …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz, apakah donor darah termasuk pembatal puasa? Syukrân. Jawaban:Ahlul ‘Ilmi berbeda pendapat tentang hukum donor darah bagi yang berpuasa, pendapat yang benarnya bagi orang yang mendonorkan darahnya kepada pasien tidaklah batal puasanya, hanyalah pasien yang batal puasanya. Namun kalau orang yang mendonorkan darah ke pasien itu mendapati pada dirinya ada rasa lemah setelah mendonor darahnya ke pasien tersebut …
Pertanyaan:Ustâdz, saya ada pertanyaan, haruskah tulisan-tulisan atau lafadz-lafadz agama mengikuti ejaan dan transliterasi Indonesia? Seperti contohnya: sholat ditulis shalat atau salat, istiqomah ditulis istikamah, Romadhon ditulis Ramadan, Alloh ditulis Allah, muqoddimah ditulis mukadimah dan lain sebagainya. Apakah sebaiknya tulisan transliterasinya tetap pada bunyi asli dari bahasa Arab tersebut? Dan apakah ketika kita mengikuti pola penulisan transliterasi Indonesia, sama halnya kita …
Pertanyaan:Izin bertanya, jika kita membayarkan zakat ART (Asisten Rumah Tangga) dalam bentuk beras 2,5 kg, bolehkah zakat berupa beras itu diserahkan untuk ART (Asisten Rumah Tangga) yang bersangkutan?Kalau zakat atau infaq dan sejenisnya kita ingin atasnamakan seluruh keluarga kita yang telah meninggal bisa tidak? Perlu ada lafazh umum seperti itu atau bagaimana? Jawaban:Tidak mengapa bagi kita membayarkan zakat seseorang dengan …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz. Mau bertanya tentang peristiwa akhir zaman. Manakah urutan yang benar yang turun dibumi terkait Imâm Mahdî, Dukhân, Dajjâl, matahari terbit dari barat, Nabî Îsâ, Ya’jûj Ma’jûj dan angin yang mematikan orang beriman?. Jawaban:Urutan tentang tanda-tanda hari kiamat yang disebutkan itu tidaklah dapat kita pastikan sesuai urutannya, karena di dalam hadîts-hadîts disebutkan dengan menggunakan wâwu ‘athaf yang menunjukkan ketidakberurutannya, …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz minta pandangan, dalam pendalîlan tentang virus corona dengan hadîts: إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ صَبَاحًا رُفِعَتِ الْعَاهَةُ “Apabila telah terbit bintang pada pagi hari maka diangkatlah wabah.”Apakah riwayat hadîtsnya shahîh? Jawaban:Jika hadîts tersebut dijadikan sebagai dalîl tentang virus corona maka telah salah dalam pendalilan, jika menempatkan hadîts tersebut pada wabah semisal virus corona yang sekarang terjadi maka benar-benar telah salah …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz izin bertanya,lafadz qunut witir yang sesuai sunnah itu seperti apa? Apakah imâm dan ma’mûm mengangkat tangan saat qunut? Apakah disunnahkan setiap witir membaca qunut?Syukrân, Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Lafazh qunut witir yang sesuai dengan sunnah adalah: اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ …