📱 Pertanyaan:Ustâdz tahun berapa belajar dengan Asy-Syaikh Muqbil? Sebab Ustâdz saya pernah juga belajar dengan Asy-Syaikh Muqbil? 📲 Jawaban:Kami belum pernah belajar langsung dengan Al-Imâm Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’î Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih.Jangankan belajar langsung, bertemu beliau saja kami belum pernah, kecuali kemarin malam kami mimpi bertemu dengan beliau Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih, dalam mimpi tersebut beliau memberikan nasehat kepada …
📱 Pertanyaan:Benarkah Asy-Syaikh ‘Abdurrahmân bin Mar’î Al-‘Adnî gurunya Ustâdz? 📲 Jawaban:Alhamdulillâh kami telah berjumpa dengan Asy-Syaikh ‘Abdurrahmân bin Mar’î Al-‘Adnî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih dan kami ikut pula menghadiri daurahnya di Yogyakarta, di saat itu kami sedang menunggu pemberangkatan ke Dârul Hadîts Dammâj. Dengan demikian pantas bagi kami untuk menganggapnya sebagai guru kami, berkata Al-Imâm Ibnu Bâzz Rahmatullâh ‘Alainâ wa …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana caranya supaya kami tidak meremehkan karunia Allâh atas kami? Mohon nasehat dan bimbinglah kami agar kami bisa ridhâ. Terima kasih. Jawaban:Kami nasehatkan dengan perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ “Lihatlah oleh kalian kepada orang yang lebih rendah dunianya di …
Pertanyaan:Ustâdz pada jawaban Ustâdz tentang kewajiban shalat berjamâ’ah di masjid dengan nukilan Ustâdz terhadap pendapat Syaikhunâ Yahyâ Al-Hajûrî, sementara di antara isi pertanyaan menyebutkan tentang tahdziran Al-Ustâdz Muhammad As-Sewed terhadap Syaikhunâ Yahyâ Al-Hajûrî, apakah Ustâdz bersengaja mendiamkannya? Dan tidak mau menanggapinya? Ataukah sudah ada dari Ustâdz-ustâdz yang telah membantahnya?‘Afwân Ustâdz, di sini ana kutipkan lagi lebih jelasnya tentang tahdziran Al-Ustâdz …
Pertanyaan:Ada seorang dâ’î yang bernama Al-Ustâdz Muhammad ‘Umar As-Sewwed, dia sangat benci dengan Asy-Syaikh Yahyâ Al-Hajûrî, dia berkata: “Ikhwânî fiddîn A’azakumullah, Syaikh Yahyâ sudah ditahdzir oleh para ‘ulamâ. Disebut bahwa dia dhal mudhil, yang sesat dan menyesatkan. Sehingga hendaklah dijauhi Syaikh Yahyâ dan pengikut-pengikutnya. Jauhi mereka! Jangan duduk bersama mereka! Jangan ngaji di tempat mereka! Jangan dekat-dekat dengan mereka! Kalau …
Pertanyaan:Bagaimana sikap kita terhadap perkataan sebagian orang bahwa Imâm Nawawî dan Ibnu Hajar juga tergelincir dalam ‘aqîdah? Jawaban:Kesalahan Al-Imâm An-Nawawî dan Ibnu Hajar Al-‘Asqalanî dalam perkara ‘aqîdah merupakan perkara yang sudah diketahui oleh Ahlul ‘Ilmi, dengan itu mereka memperingatkan umat dari kesalahan keduanya, karena menjelaskan kesalahan merupakan suatu kewajiban bagi yang mengilmuinya, dengan itu orang-orang yang beriman akan memperoleh manfaat …
Pertanyaan:Ustâdz, adakah doa bagi orang berhutang yang keutamaan doanya menjadi pelunas hutang? Jawaban:Hutang tidak bisa dilunasi dengan doa, keberadaan doa hanya sebagai jalan supaya dimudahkan untuk membayar hutang, Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada ‘Alî bin Abî Thâlib Radhiyallâhu ‘Anhu tentang suatu doa supaya bisa memperoleh kemudahan dalam melunasi hutang, beliau berkata kepadanya: ﺃَﻻَ ﺃُﻋَﻠِّﻤُﻚَ ﻛَﻠِﻤَﺎﺕٍ، ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ …
Pertanyaan:Ustâdz mana yang baiknya antara berhutang atau menggadaikan? Jawaban:Tanpa ada keraguan lagi bahwa menggadaikan itu lebih baik daripada berhutang, ini ada beberapa alasan: Pertama: Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam lebih memilih menggadaikan barangnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya daripada beliau berhutang, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: ﺗُﻮُﻓِّﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺩِﺭْﻋُﻪُ ﻣَﺮْﻫُﻮﻧَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻳَﻬُﻮﺩِﻱٍّ “Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam …
Pertanyaan:Mana yang harus didahulukan oleh seseorang: Menuntut ilmu ataukah bayar hutang? Jawaban:Yang harus didahulukan oleh seseorang adalah membayar hutang, karena kalau dia memaksakan diri menuntut ilmu dalam keadaan dia masih berhutang maka hutang tersebut akan membuatnya tidak akan tetap dalam menuntut ilmu, dia akan selalu gelisah karena terpikirkan hutangnya, kalau pun dia memaksakan diri menuntut ilmu dengan berpura-pura melupakan hutangnya …
Pertanyaan:Perkara apa yang paling berat bagi Ustâdz dalam bermu’amalah dengan manusia? Jawaban:Jika ditanyakan kepada kami tentang perkara yang paling berat bagi kami dalam bermu’amalah dengan manusia maka jawaban kami adalah hutang. Perkara yang paling berat bagi kami adalah hutang, ini yang paling berat bagi kami. Oleh karena itu tatkala kami mendapatkan penawaran tanah yang murah untuk kami bangunkan Rumah Qur’ãn …