AKIBAT TIDAK BERADAB DALAM MENGAMBIL ILMU

Pertanyaan:
Bolehkah menelusuri ilmu di channel ilmu-ilmu yang dilihat penukilannya dari ilmu Salafî namun tidak mengetahui pemilik channelnya?

Jawaban:
Seorang Muslim hendaklah berhati-hati dalam menelusuri ilmu di berbagai media sosial terkhusus di channel telegram, betapa banyak orang menerlantarkan kebaikan dan berubah perilaku baiknya menjadi buruk disebabkan ilmu yang tidak jelas yang mereka peroleh dari berbagai media. Di antara para memilik channel ada yang sangat sulit paham bahasa Arab, kajian kitâb yang paling dasar susah pahami, lebih-lebih menerjemahkannya namun di channelnya menyebutkan perkataan Salaf lengkap rujukan dan halaman kitâb, bahkan terkadang rujukannya dari kitâb berjilid-jilid. Orang yang membaca langsung tersihir dengan penjelasannya yang telah menukilkan perkataan Salaf, kenapa tidak berani menyebutkan itu fâedah dari fulan atau dari terjemahan orang lain? Karena takut hujjahnya akan menghujatinya, karena takut akan dikatakan mengambil ilmu dari mana-mana, sementara dia telah berprinsip dengan prinsip yang benar yaitu berprinsip dengan perkataan Ibnu Sirîn Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah oleh kalian dari mana kalian mengambil agama kalian.”

Sudah banyak dari para pemilik channel telegram atau para komentator bergaya-gaya dan sombong terhadap majlis ilmu, karena berprinsip dengan prinsip yang benar itu namun menyalah tempatkan, sehingga ilmu yang mulia yang seharusnya diambil dengan penuh adab hanya dapat diambil dengan cara mencuri, karena tahu diri tidak berkapasitas menerjemahkan, terjemahan orang pun dicuri hanya merubah dan mengedit kalimat lalu menempelkan logo channelnya, kemudian manusia mengira itulah hasil usahanya:

لَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِینَ یَفۡرَحُونَ بِمَاۤ أَتَوا۟ وَّیُحِبُّونَ أَن یُحۡمَدُوا۟ بِمَا لَمۡ یَفۡعَلُوا۟ فَلَا تَحۡسَبَنَّهُم بِمَفَازَةࣲ مِّنَ ٱلۡعَذَابِۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِیمࣱ

“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang bergembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka senang untuk dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Bagi mereka mendapat azab yang pedih.” [Surat Ãli ‘Imrân: 188].

Maka bisakah seorang Muslim akan merasa tenang dengan ilmu yang telah dia dapatkan dari hasil pencurian?!.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Jum’at tanggal 2 Dzulqa’dah 1442 / 11 Juni 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5557