ALLAH YANG BERHAK DIPUJI

Pertanyaan:
Tanyakan ke Ustādz Khidhir, bila ada yang puji-puji Antum, Antum baik, Antum bla bla bla…. Apa jawaban Ustādz?.

Jawaban:
Alhamdulillāh, pujilah Allāh dan apabila didapati ada pada kita suatu kebaikan atau apa saja yang menyenangkan, sanjung dan pujilah Allāh, Dia-lah Yang Berhak untuk dipuji dan hendaklah kita perbanyak memuji Allāh, karena pujian kita kepada-Nya masih sangat kurang dan teramat sedikit:

«اللّٰهُمَّ إِنَّا لَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ»

“Yā Allāh, sungguh kami tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, sebagaimana Engkau telah memuji sendiri atas diri-Mu”.
Adanya suatu kebaikan pada kita atau perkara apa saja yang menyenangkan maka tidaklah itu melainkan taufik dari Allāh. Oleh karena itu, pujilah Allāh dan doakanlah kita supaya Allāh selalu beri taufik kepada apa saja yang Dia ridhai dan Dia cintai, itu yang lebih kita butuhkan dan perlukan daripada pujian.

[Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir Al Khidhir pada hari Jum’at, 5 Jumādā Al Ūlā 1448 / 16 Oktober 2026 di Stasiun Cibinong Bogor].