GELAR SYAIKH JANGAN DIBANTAH
Pertanyaan:
Pertanyaan:
Ustâdz mau menyoal masalah penulisan gelar Ustâdz yang dipermasalahkan oleh orang yang lagi siuman, dia menyebutkan bahwa Ustâdz Irham tidak tawâdhu’ karena seringkali menulis gelar Ustâdz di channelnya?.
Jawaban:
Subhânallâh, ini baru julukan Ustâdz yang ditulis sudah dipermasalahkan, bagaimana kiranya kalau julukan Syaikh yang dituliskan?.
Alhamdulillâh tatkala nama kita dituliskan dengan julukan Ustâdz atau Muballigh kita biarkan itu, karena itu yang dikenal oleh masyarakat kita, bahkan kartu identitas penduduk kita dituliskan pekerjaan sebagai Ustâdz atau Muballigh, masyarakat kita mengakuinya dan mereka menyapa kita dengannya, sampai di antara mereka yang berpendidikan tinggi menyeru dengan seruan Syaikh. Itu kita tidak permasalahkan, karena itu yang mereka persaksikan, itu yang berlaku dalam keseharian. Abul Qâsim Muhammad bin ‘Abdillâh Alaihish Shalâtu was Salâm dijuluki sebagai Rasûlullâh dan diakui oleh masyarakat kaum Muslimîn Madînah dengan julukan itu, tatkala utusan kaum Musyrikîn meminta untuk menghapus penulisan nama beliau dengan julukan Rasûlullâh maka kaum Muslimîn tidak terima, mereka ingin tetap dituliskan, hingga beliau katakan kepada utusan kaum Musyrikîn:
وَاللَّهِ إِنِّي لَرَسُولُ اللَّهِ وَإِنْ كَذَّبْتُمُونِي
“Demi Allâh, sesungguhnya aku benar-benar Rasûlullâh, meskipun kalian mendustakanku.” Riwayat Al-Bukhârî.
Apakah Rasûlullâh Muhammad Alaihish Shalâtu was Salâm mau dikatakan tidak tawâdhu’ karena masih saja menulis suratnya dengan sebutan Muhammad Rasûlullâh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm?! Ataukah mau dikatakan gila popularitas sebagaimana telah dikatakan kepada orang-orang yang menulis julukan Ustâdz pada diri mereka?!.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada malam Jum’at tanggal 2 Dzulqa’dah 1442 / 11 Juni 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.