JADILAH PENYEBAB ORANG LAIN MENDAPATKAN HIDAYAH
Pertanyaan:
Ahsanallah ilaikum Ustadz, Taqabbalallah Minna wa Minkum, Ustadz boleh Ana minta arahannya, kemarin ada tamu nashara datang, senang dengan hijab yang ana gunakan, beliau ingin jadi muallaf.
Jawaban:
Jika dia senang dengan hijab maka hadiahkanlah hijab kepadanya, lalu bimbinglah dia dengan yang paling penting dan paling pokok yaitu Tauhid, perkenalkan kepadanya Tauhid seperti yang diterangkan oleh ‘Isa Al-Masih ‘Alaihish Shalatu was Salam, sebagaimana yang diterangkan oleh Allah di dalam kitab-Nya:
وَقَالَ ٱلۡمَسِیحُ یَـٰبَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّی وَرَبَّكُمۡۖ إِنَّهُۥ مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِینَ مِنۡ أَنصَارࣲ
“Berkata Al-Masih: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka sungguh Allah mengharamkan baginya Surga, dan tempatnya adalah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” [Surat Al-Ma’idah: 72].
Dan terangkan kepadanya bahwa berbuat syirik itu bentuknya adalah menjadikan bagi Allah tandingan, seperti menganggap ‘Isa Al-Masih dan ibunya sebagai tuhan, anggapan seperti inilah kesyirikan, karena ‘Isa Ibnu Maryam hanyalah utusan Allah sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan di dalam kitab-Nya:
إِنَّمَا ٱلۡمَسِیحُ عِیسَى ٱبۡنُ مَرۡیَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥۤ أَلۡقَىٰهَاۤ إِلَىٰ مَرۡیَمَ وَرُوحࣱ مِّنۡهُۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَـٰثَةٌۚ ٱنتَهُوا۟ خَیۡرࣰا لَّكُمۡۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَـٰهࣱ وَ ٰحِدࣱۖ سُبۡحَـٰنَهُۥۤ أَن یَكُونَ لَهُۥ وَلَدࣱۘ لَّهُۥ مَا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِیلࣰا
“Sesungguhnya Al-Masih ‘Isa putera Maryam itu adalah Rasulullah (utusan Allah) dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan: “Tuhan itu tiga”, berhentilah (dari anggapan tersebut). Itu lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah adalah Ilah (sesembahan yang haq) lagi Wahid (Maha Esa), Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang ada di berbagai langit dan apa yang ada di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” [Surat An-Nisa’: 171].
Dan hendaklah kamu bersemangat untuk menjadi penyebab bagi non Muslim dan non Muwahhid untuk mendapatkan hidayah masuk ke dalam Islam, berkata Nabiurrahmah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
فواللهِ لَأنْ يهديَ اللهُ بكَ رجُلًا واحدًا خيرٌ لكَ مِن أنْ يكونَ لكَ حُمْرُ النَّعَمِ
“Demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah dengan sebabmu kepada seseorang itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta merah.”
[Muhammad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu pada malam Selasa, 4 Syawwal 1447 / 24 Maret 2026) di Bogor].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13822
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2001