KEHIDUPAN HAKIKI BERSAMA ORANG BERILMU

Kehidupan hakiki adalah kehidupan bersama orang berilmu, kehidupan tanpa orang berilmu bagaikan kehidupan tanpa arti. Berkata Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalâtu was Salâm:

إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Jika tidak tersisa orang berilmu maka manusia menjadikan rujukan para tokoh yang bodoh, mereka ditanya lalu mereka berfatwâ tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.” Riwayat Al-Bukhârî.

Betapa bagus perkataan As-Sakhâwî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih:

إنما الناس بشيوخهم، فإذا ذهب الشيوخ فمع من العيش؟

“Sesungguhnya manusia itu bersama dengan guru-guru mereka, apabila pergi guru-guru mereka maka dengan siapa kehidupan mereka?!.”

[ Muhammad Al-Khidhir, pada hari Selasa, 11 Dzulqa’dah 1442 / 22 Juni 2021 di Binagriya Pekalongan ].