MALU DATANG KE MAJAALIS AL KHIDHIR
Pertanyaan:
Ustadz bagaimana menurut Ustadz ketika ada dari ikhwah merasa malu untuk datang belajar di Kemang Pratama dengan dalih dia tidak memiliki sesuatu untuk bisa dia hadiahkan atau berikan kepada Ustadz? Mohon nasehatnya!.
Jawaban:
بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد:
Falhamdulillah proses belajar mengajar dan taklim di sini terbuka untuk umum, siapa saja yang berkeinginan untuk hadir maka dipersilahkan.
Bagi kalian yang ingin hadir maka pintu terbuka untuk kalian:
ﻭَﻣَﺎٓ ﺃَﺳْـَٔﻠُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﺮٍ ۖ ﺇِﻥْ ﺃَﺟْﺮِﻯَ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺏِّ ﭐﻟْﻌَٰﻠَﻤِﻴﻦَ
“Dan aku tidak meminta upah kepada kalian atas dakwahku; tidaklah upahku kecuali dari Rabb semesta alam.” [Ash-Syuara’: 109].
Adapun yang datang dengan membawa hadiah atau memberi suatu pemberian maka itu adalah keinginan darinya karena mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan itu sebagai bentuk pengutamaan Allah kepadanya:
ﺫَٰﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ
“Demikian itu adalah pengutamaan dari Allah yang Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah adalah Pemilik keutamaan yang agung.” [Al-Hadid: 21].
Kedatangan seseorang ke kita karena Allah kemudian karena kecintaannya terhadap ilmu maka itu sangat menggembirakan karena dia akan mendapatkan kecintaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﺯَﺍﺭَ ﺃَﺧًﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﻗَﺮْﻳَﺔٍ ﺃُﺧْﺮَﻯ، ﻓَﺄَﺭْﺻَﺪَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺪْﺭَﺟَﺘِﻪِ ﻣَﻠَﻜًﺎ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﻳْﻦَ ﺗُﺮِﻳْﺪُ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﺧًﺎ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﻫﺬِﻩِ ﺍﻟْﻘَﺮْﻳَﺔِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ ﺗَﺮُﺑُّﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻻَ، ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻧِّﻲ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺘُﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﺈِﻧِّﻲْ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗَﺪْ ﺃَﺣَﺒَّﻚَ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺘَﻪُ ﻓِﻴْﻪِ
“Bahwasanya ada seseorang menziarahi saudaranya di suatu pemukiman yang lain, maka Allah menugaskan malaikat untuk mengawasinya di jalannya, saat dia tiba di pemukiman itu, maka Malaikat bertanya: “Kemana kamu akan pergi?” Dia menjawab: “Saya bermaksud mengunjungi saudaraku di pemukiman ini.” Malaikat itu bertanya: “Apakah kamu memiliki suatu nikmat yang akan kamu berikan padanya?” Dia menjawab: “Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah Subhanahu wa Taala.” Malaikat pun berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena-Nya.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.
[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir pada 18 Rajab 1439 di Kemang Pratama Bekasi].
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1554
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2504