MENGOLOK-OLOK BUKANLAH SOLUSI
Pertanyaan:
Ustâdz permisi izin bertanya: Bolehkah bagi seorang yang mengikuti Sunnah mengolok-olok imâm masjid awam yang shalat tambahkan bid’ah-bid’ah?
Jawaban:
Hendaklah bagi orang yang merasa mengikuti Sunnah untuk bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dan hendaklah tidak bermudah-mudahan dalam mengolok-olok orang lain, mengolok-olok orang yang berbuat dosa dan kesalahan bukanlah suatu solusi, bahkan itu akan menambah fitnah dan kejelekan, cukuplah peringatan dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ sebagai pelajaran:
وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِینَ یَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَیَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَیۡرِ عِلۡمࣲ
“Janganlah kalian mencerca sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allâh, karena mereka nanti akan mencerca Allâh dalam keadaan melampaui batas dengan tanpa ilmu.” [Surat Al-An’âm: 108].
Kami sangat terheran pada sebagian orang yang merasa sudah di atas Sunnah, mereka dengan mudah mengolok-olok orang lain, dalam keadaan mereka tidak melihat kepada diri mereka atau saudara-saudara mereka yang sama-sama merasa sebagai Ahlussunnah! Sungguh kami telah menyaksikan di suatu masjid ada berbagai penyelisihan terhadap Sunnah, dan ada pula di suatu masjid yang lain nampak Sunnah namun bacaan imâmnya tidak benar, kadang senang baca surat yang lumayan panjang namun banyak huruf tidak bisa dia bedakan dalam melafazhkannya, terkadang juga banyak salah pada bacaan-bacaannya.
Dengan dua kejadian seperti itu maka hendaklah mereka merasa malu untuk mengolok-olok yang lain. Karena sesungguhnya orang yang berbuat salah atau terjatuh ke dalam kesalahan tidaklah pantas untuk diolok-olok, namun hendaklah diterangkan kesalahan-kesalahannya jika itu diperlukan atau hendaklah diberi nasehat, karena agama kita adalah nasehat, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
“Agama adalah nasehat.” Riwayat Muslim dari Tamîm Ad-Dârî Radhiyallâhu ‘Anhu.
Para shahabat dahulu dalam membai’at Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam mereka mengatakan:
وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
“Dan memberi nasehat kepada setiap muslim.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim dari Jarîr bin ‘Abdillâh Radhiyallâhu ‘Anhu.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Rabu 11 Ramadhân 1440 / 15 Mei 2019 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.
⛵️ http://t.me/majaalisalkhidhir