MENJAGA KESTABILAN IMAN
Pertanyaan:
Ahsanallahu ilaikum, ana ingin bertanya perihal kejujuran niat.
Bagaimana mengetahui bahwa niat kita telah benar-benar jujur, tangis kita benar-benat tulus karena takut kepada Allah?. Sedangkan di dalam hati semacam ada bisikan kalau kita ini hanya pura-pura, apa ini bagian dari bisikan syaithan?. Selanjutnya, tentang kestabilan iman di waktu-waktu yang telah Allah berikan. Mohon nasehatnya tentang bagaimana seharusnya orang Mu’min itu menjaga imannya dari destruksi-destruksi sekitar kita. Jazakumullah khairan.
Jawaban:
Di saat tangisan itu muncul karena ketulusan dan rasa takut kepada Allah maka itu adalah tanda kejujuran niat, sedangkan sesuatu yang berupa bisikan maka itu adalah salah satu madkhal (pintu masuk) syaithan untuk melakukan fitnah (tipu daya). Oleh karena itu, hendaklah menghindari dan berlindung kepada Allah dari fitnahnya:
یَـٰبَنِیۤ ءَادَمَ لَا یَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ كَمَاۤ أَخۡرَجَ أَبَوَیۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ
“Wahai anak keturunan Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat difitnah (ditipu dan dipengaruhi) oleh syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ayah ibumu dari Surga.” [Surat Al-A’raf: 27].
Dalam menjaga iman dari pengaruh dan kerusakan sekitar kita maka hendaklah kita senantiasa meminta pertolongan kepada Allah dengan melakukan berbagai amal shalih, di antaranya dengan selalu berdzikir, menjaga shalat-shalat wajib dan membiasakan melakukan shalat rawatib dan shalat nawafil sesuai kemampuan kita, berkata Allah ‘Azza wa Jalla kepada Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam:
وَلَقَدۡ نَعۡلَمُ أَنَّكَ یَضِیقُ صَدۡرُكَ بِمَا یَقُولُونَ ٠ فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِینَ ٠ وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ یَأۡتِیَكَ ٱلۡیَقِینُ
“Sungguh benar-benar Kami telah mengetahui bahwa engkau merasakan dadamu sempit dengan sebab apa yang mereka katakan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu (selalu berdzikir) dan jadilah (terus menerus) termasuk dari orang-orang yang sujud (melakukan shalat). Ibadahilah Rabbmu hingga kematian menjemputmu.” [Surat Al-Hijr: 97-99].
Kenyataan yang orang Mu’min rasakan terkadang adalah rasa sesak di dada dikarenakan gangguan perbuatan maupun perkataan orang lain, namun Masya Allah telah ada solusi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan ke kita adalah meminta pertolongan kepada-Nya dengan dzikir, shalat dan sabar, berkata Allah Ta’ala:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِینَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan oleh kalian dengan sabar dan shalat, sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.” [Surat Al-Baqarah: 153].
Dia juga berkata:
وَٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِیرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِینَ
“Dan mohonlah pertolongan oleh kalian dengan sabar dan shalat. Dan sungguh yang demikian itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” [Surat Al-Baqarah: 45]
Jika ini bisa kita lakukan maka Insya Allah jaminan kebaikan dan berkesudahan yang baik niscaya akan kita dapatkan:
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِ ٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصۡبِرُوۤا۟ۖ إِنَّ ٱلۡأَرۡضَ لِلَّهِ یُورِثُهَا مَن یَشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِینَ
“Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan oleh kalian kepada Allah dan bersabarlah kalian, sesungguhnya bumi adalah kepunyaan Allah, Dia akan mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. [Surat Al-A’raf: 128].
[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu (19 Ramadhan 1447 / 9 Maret 2026)].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13721
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1926