PENGAJAR ILMU DAN PENCARI ILMU

Perumpamaan orang yang mengajarkan ilmu atas orang yang mencari ilmu seperti permisalan awan dan tanah, orang berilmu akan menyampaikan ilmu ke orang yang mencari ilmu sebagaimana awan akan menurunkan air hujan ke tanah. Semakin merendah orang yang mencari ilmu maka dia akan semakin memperoleh ilmu yang banyak atau akan mudah baginya untuk memahami dan menyerapnya sebagaimana keberadaan tanah yang rendah akan semakin banyak air hujan yang sampai kepadanya, tanah akan menyerap air hujan atau menampungnya sehingga dapat bermanfaat dan memberi manfaat. Ketika seorang pencari ilmu ingin meninggikan diri atau ingin menyamai orang yang menyampaikan ilmu pada ketinggian atau ingin menempatkan diri setara dengannya maka akan semakin rumit memahami ilmu dan akan sulit untuk menyerapnya sebagaimana tanah yang tinggi menggunung tidak akan mudah menyerap atau menyimpan air hujan.
Berkata Al-Bukhârî Rahimahullâh:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً، وَلاَ تُنْبِتُ كَلأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقِهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-‘Alâ’, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammâd bin Usâmah dari Buraid bin ‘Abdillâh dari Abû Burdah dari Abû Mûsâ dari Nabî Sallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata: “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allâh mengutusku dengan membawanya adalah seperti air hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Di antara keberadaan tanah itu ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antara keberadaan dari tanah itu ada yang keras lalu menahan air sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allâh dan dapat memanfa’atkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala dan tidak menerima hidayah Allâh dengan apa yang aku diutus dengannya”.

[ Muhammad Al-Khidhir, pada malam Senin, 17 Dzulqa’dah 1442 / 28 Juni 2021 di Tenggilis Mustikajaya Bekasi ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5609