PERSAKSIAN SEORANG IKHWÂN HAFIZHAHULLÂH, YANG BIASA IKUT KAJIAN DI MAKTABAH AL-KHIDHIR SETIAP SABTU DAN AHAD

Maktabah Al-Khidhir yang ditempati saat ini, semoga Allâh Jalla Wa’alâ memberkahi tempat tersebut dan memberi balasan dengan sebaik-baik balasan kepada Ustâdzunâ Abû Ahmad Al-Khidhir beserta keluarganya حفظهم الله dan juga bagi orang yang baik hati sudah memberi keluangan untuk menempati tempat ini. Banyak cerita yang kami alami, walaupun kadangkalanya bosan datang menimpa diri tapi tahun demi tahun, bulan demi bulan begitu pun hari demi hari tidaklah kami merasa tumbang dalam menimba ilmu Syar’î yang beliau ajarkan. Yang ilmu ini adalah warisan para Nabî ‘Alaihimushshalâtu Wassalâm, karena tidaklah para Nabî mewariskan dînar maupun dirham akan tetapi warisan mereka adalah ilmu. Berkata Rasûlullâh صلى الله عليه وسلم:

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya Ulamâ adalah pewaris para Nabî, sungguh para Nabî tidaklah mewariskan dînar dan dirham, hanyalah yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan tersebut maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Diriwayatkan oleh Al-Imâm At-Tirmidzî).

Duhai betapa nikmatnya, seandainya orang-orang mengetahui apa yang kami rasakan dalam menuntut ilmu niscaya mereka akan mendapati diri mereka mengalami kerugian yang besar. Satu demi satu mereka berpaling dari Al-Haq, berpaling dari ilmu akan tetapi Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ hadirkan berlipat pengganti dari mereka. Benarlah apa yang dikatakan Allâh ‘Azza wa Jalla dalam kitâb-Nya yang mulia:

وَاِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَـبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ۙ ثُمَّ لَا يَكُوْنُوْۤا اَمْثَا لَـكُم

“Jika kalian berpaling (dari jalan yang benar) maka Allâh akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, dan mereka itu tidak akan (berpaling) seperti kalian.” (QS. Muhammad 47, ayat: 38).

Tidaklah kami khawatir akan kehilangan bagian dari dunia akan tetapi yang kami khawatirkan hilangnya nikmat ilmu yang sudah tertancap di hati kami, sehingga kita tidak bisa lagi merasakan kelezatan beribadah kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ di atas bashîrah (keterangan ilmu). Kita memohon kepada Allâh keselamatan dan kekokohan.

نَسْأَلُ اللّٰهَ السَّلَامَةَ وَالتَّوفِيقَ والسَّدَادَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ