PERSELISIHAN PARA NABÎ

Pertanyaan:
‘Afwân Ustâdz, ana dapat pernyataan dari seseorang bahwa adiknya Ustâdz sendiri menyelisihi Ustâdz sewaktu di Dammâj, apakah ini benar? Dan apakah memang benar bahwa Ustâdz punya adik?.

Jawaban:
Jangankan kita sebagai pengikut para Nabî Shallallâhu ‘Alaihim wa Sallam, di antara dari para Nabî juga ada yang menyelisihi yang lainnya. Hârûn pernah menyelisihi Mûsâ Shallallâhu ‘Alaihimâ wa Sallam pada suatu perkara hingga memarahinya:

قَالَ یَـٰهَـٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَیۡتَهُمۡ ضَلُّوۤا۟ * أَلَّا تَتَّبِعَنِۖ أَفَعَصَیۡتَ أَمۡرِی * قَالَ یَبۡنَؤُمَّ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡیَتِی وَلَا بِرَأۡسِیۤۖ إِنِّی خَشِیتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَیۡنَ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ وَلَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِی

“Berkata Mûsâ: “Wahai Hârûn! Apa yang menghalangimu di saat engkau melihat mereka telah sesat, sampai engkau tidak mengikuti perintahku? Apakah engkau bersengaja melanggar perintahku?”. Hârûn menjawab: “Wahai putera ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan pula kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata kepadaku: “Engkau telah memecah belah antara Bânî Isrâ’îl dan engkau tidak memelihara amanatku.” [Surat Thâhâ: 92-94].

Jangankan Hârûn sebagai saudara kandung Mûsâ ‘Alaihimash Shalâtu was Salâm yang telah menyelesihinya, Al-Khidhir ‘Alaihish Shalâtu was Salâm sebagai gurunyapun menyelisihi keinginannya untuk terus ikut:

قَالَ هَـٰذَا فِرَاقُ بَیۡنِی وَبَیۡنِكَۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأۡوِیلِ مَا لَمۡ تَسۡتَطِع عَّلَیۡهِ صَبۡرًا

“Berkata Al-Khidhir (kepada Mûsâ): “Ini adalah perpisahan antaraku dan antaramu, aku akan jelaskan kepadamu tentang ta’wîlan dari apa-apa yang kamu tidak sanggup bersabar atasnya.” [Surat Al-Kahfi: 78].

Oleh karena itu, tatkala Anda mendapati seseorang diselisihi oleh saudaranya atau seseorang diselisihi oleh guru-gurunya maka hendaklah Anda memaklumi bahwa itulah Sunnatullâh:

وَلَوۡ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰ وَلَا یَزَالُونَ مُخۡتَلِفِینَ

“Jikalau Rabbmu menghendaki tentu Dia akan menjadikan manusia umat yang satu, akan tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.” [Surat Hûd: 118].

( Muhammad Al-Khidhir ).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/7455