SUPAYA IKHLAS DALAM BERSEDEKAH

Pertanyaan:
Bagaimana pendapat Ustâdz bilamana saya bernafkah lewat perantara orang lain supaya saya tidak pamer? Bagaimana bisa saya ikhlas disaat bernafkah?

Jawaban:
Lebih baik bagi engkau memberikan nafkah atau sedekah langsung kepada orang yang engkau niatkan, itu lebih meyakinkan tersampaikannya nafkah dan sedekah engkau kepada orang yang engkau niatkan tersebut, daripada lewat perantara-perantara, karena sudah banyak kita dapati orang yang memberi nafkah dan sedekah lewat para perantara ternyata tidak disampaikan dan kalaupun disampaikan sudah banyak kena potongan ini dan itu.

Kita sebagai para pemberi nafkah dan sedekah kalau melihat langsung pemberian kita diterima oleh orang yang dituju maka kita sangat senang, apalagi kalau penerima membalas pemberian kita dengan mendoakan kebaikan:

فقد أبلغ في الثناء

“Maka sungguh dia telah memenuhi dalam berterima kasih.”

Adapun supaya engkau bisa ikhlas dalam memberi nafkah dan sekedah maka:

1) Berharaplah balasan hanya dari Allâh Subhânahu wa Ta’âla:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Apa yang kalian nafkahkan dari sesuatu maka Allâh akan menggantikannya, dan Dia adalah paling baiknya Pemberi rezki.” [Sabâ’: 39].

2) Anggaplah bahwa nafkah dan sedekah yang engkau berikan bagaimanapun besar dan banyaknya seakan-akan itu sangat kecil dan rendah, karena kalau engkau yang gunakan untuk kepentingan engkau maka cepat habisnya.

3) Anggaplah engkau sudah berada di zaman yang diberitakan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam bahwa tidak ada lagi yang mau menerima nafkah dan sedekah karena semua sudah berkecukupan, sehingga engkau merasa memerlukan orang untuk engkau berikan nafkah dan sedekah engkau kepadanya.

4) Berdzikir kepada Allâh dan berlindung kepada-Nya dari syaithân, karena ketidakadanya keikhlasan itu muncul dari syaithân, berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

ولا يتحصن أحدكم من الشيطان إلا بذكر الله

“Tidaklah terbentengi salah seorang di antara kalian dari syaithân kecuali dengan berdzikir kepada Allâh.”

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 13 Jumâdal Ãkhirah 1438 di Binagriya Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/212