AHLUSSUNAH BERSERI-SERI WAJAH MEREKA DI AKHIRAT
Pertanyaan:
Ustadz, ada teman belum lama ngaji Sunnah tapi dia suka membanding-bandingkan antara Ustadz-ustadz Sunnah dengan Ustadz-ustadz salahi Sunnah, dia bilang, Ustadz-ustadz Sunnah ganteng-ganteng lalu dia perlihatkan foto-foto mereka yang diambil di Sosmed, dia perlihatkan pula foto Ustadz-ustadz salahi Sunnah. Dia bilang ada dalil yang bilang orang-orang Sunnah muka mereka berseri-seri, orang-orang Sunnah saja sudah begitu apalagi Ustadz-ustadznya. Yang jadi pertanyaan: Benarkah ada dalilnya Ustadz?.
Jawaban:
Ada atsar dari Ibnu ‘Abbas semoga Allah meridhai keduanya yang menunjukkan tentang berseri-serinya wajah Ahlus Sunnah namun itu akan terjadi di akhirat kelak, beliau berkata dalam menafsirkan ayat:
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” [Ali ‘Imran: 106].
Beliau mengatakan:
فأما الذين ابيضت وجوههم فأهل السنة والجماعة وأولو العلم
“Adapun orang-orang yang wajah mereka putih berseri maka mereka itu adalah Ahlussunnah wal Jama’ah serta Ahlul ‘Ilmi.”
Dan beliau katakan:
وأما الذين اسودت وجوههم فأهل البدع والضلالة
“Adapun orang-orang yang muka mereka hitam muram maka mereka itu adalah ahlul bid’ah dan orang-orang sesat.”
Dan suatu kesalahan dalam pendalilan bila atsar tersebut dijadikan untuk membanding-bandingkan antara sebagian orang dengan sebagian yang lain, karena berlakunya keadaan seperti yang disebutkan itu di akhirat kelak. Adapun di dunia maka berbeda-beda rupa setiap orang, ada orang yang diberi lebih pada bentuk dan rupa dan ada pula yang kurang. Sampai ada seorang ‘alim dari kalangan Ahlussunnah yang hitam kulitnya dan ada yang sampai kaku dan keras kulitnya karena hidupnya susah, dia harus kerja keras dan banting tulang, kalau sudah saatnya untuk keluar dakwah, dia pun keluar dengan bersepeda motor di terik matahari yang panas, kalau bermasalah motornya maka mengharuskannya naik sepeda ontel atau bahkan kadang jalan kaki berkilo-kilo meter ke angkutan umum. Jelas keadaan diri, wajah dan kulitnya akan terlihat hitam atau kemerah-merahan. Oleh karena itu keadaannya jangan dibandingkan dengan orang ‘alim yang sudah berkelebihan yang dia bekerjan diruangan yang ber-AC atau di rumahnya sendiri sejuk ber-AC dan berkecukupan atau bahkan berkelebihan, di saat keluar atau berjalan menuju mobilnya memakai payung supaya tidak terkena terik matahari, jelas keadaan orang seperti itu akan terlihat putih berseri. Maka jangan membandingkan dia dengan yang lainnya, dan hendaklah setiap orang yang merasa kurang pada bentuk dan rupa atau susah kehidupannya untuk tidak membandingkan dan tidak melihat kepada orang seperti itu, namun hendaklah melihat kepada yang di bawahnya, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam:
إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ
“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang diberi kelebihan pada harta dan bentuk fisik maka hendaklah dia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya.”
اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى إخوانه الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه ومن والاه
[Muhammad Al Khidhir, Ahad (12 Muharram 1448 / 28 Juni 2026) di Bogor].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14311
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2424