AKIBAT SALAH MEMBELA
Pertanyaan:
Apa nasehatnya Ustadz dengan semaraknya pembelaan pada ‘adzirun, sampai-sampai nama Ustadz dibawa-bawa secara dusta?.
Jawaban:
Hendaklah berhati-hati dalam melakukan pembelaan, karena sungguh orang yang paling sulit dibela adalah orang yang tidak berpendirian, seperti pada perkara udzur bil jahli mengatakan tidak ada udzur padanya. Ternyata kesimpulan dari sikapnya tidak ada udzur hanya bisa diberlakukan kepada musuh-musuhnya yang dia namai ahlu bid’ah atau orang-orang yang menyelisihi dan berseberangan dengannya yang dia namai khawarij. Hakekatnya dalam penerapan hukum lebih condong kepada memilah-milih, sehingga menampakkan akhlak sebagaimana akhlak umat terdahulu yang diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إنما هلك الذين قبلَكم، أنهم كانوا إذا سرق فيهمُ الشريفُ تركوه، وإذا سرق فيهمُ الضعيفُ أقاموا عليه الحدَّ
“Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian, sungguh keberadaan mereka, jika mencuri orang mulia mereka maka mereka mengabaikannya dan jika orang rendah dari mereka mencuri maka mereka tegakkan hukum had kepadanya.”
Orang yang tidak berpendirian seperti itu jika dibela maka pembelanya yang akan malu sendiri atau terhujati sendiri dengan apa yang telah dikatakannya, sungguh benar apa yang ditegaskan oleh Nabiuttaubah ‘Alaihish Shalatu was Salam:
والقرآن حجة لك أو عليك
“Al-Qur’an adalah hujjah bagimu atau hujjah atasmu.”
Apalagi pembelaan kepadanya dihiasi dengan kedustaaan atas nama kita, Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam telah memberi ancaman bertempat duduk di dalam Neraka bagi siapa yang berdusta atas nama beliau dalam keadaan sengaja. Adapun kita maka kita berharap semoga kedustaaan atas nama kita itu akan bermanfaat bagi kita jika tidak di dunia maka di akhirat kelak.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].