AL-MAHDÎ UJIAN BAGI AHLUL ‘ILMI
Alhamdulillâh kita ditolong dengan banyak sebab, di antaranya dengan sebab peremehan terhadap kita. Kita saja yang pernah rihlah menuntut ilmu sudah diremehkan lalu bagaimana dengan Muhammad Al-Mahdî Radhiyallâhu ‘Anhu kalau tiba-tiba muncul? Apakah akan diingkari dan diremehkan pula karena beliau belum pernah menuntut ilmu? Beliau bukan penuntut ilmu di Dârul Hadîts? Beliau bukan pula mahasiswa di Universitas? Beliau bukan pula santri di Pondok Pesantren? Beliau juga tidak membawa lembaran rekomendasi dan tazkiyyah Masyâyikh yang berjulukan Al-Muhaddits, Al-‘Allâmah, Al-Ustâdz, Fadhilatusy Syaikh, Asy-Syaikh Al-Faqîh, Ad-Dâ’î, Al-‘Âlim dan Al-Al.
Ingatlah wahai umat! Sesungguhnya Ahlul Kitâb dahulu tidak menerima keberadaan Muhammad Al-Ãmîn Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam yang muncul dari kalangan Arab, karena menurut mereka bangsa Arab merupakan bangsa yang bodoh, bangsa yang rendah bila dibandingkan dengan Banî Isrâ’îl, bangsa yang jauh dari ilmu dan kitâb, bangsa yang sebagian masyarakatnya tidak bisa baca dan tidak bisa menulis. Apalagi mereka mengetahui bahwa beliau tidak bisa membaca dan menulis, tidak pernah berguru kepada siapa pun dan beliau juga bukan anak raja. Karena peremehan, kesombongan dan kedengkian itulah, membuat mereka berani mengingkari pengetahuan yang mereka telah ketahui tentang Muhammad Al-Ãmîn ‘Alaihish Shalâtu was Salâm sebagai An-Nabî Al-Ummî. Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla:
ٱلَّذِینَ ءَاتَیۡنَـٰهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ یَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا یَعۡرِفُونَ أَبۡنَاۤءَهُمۡۖ وَإِنَّ فَرِیقࣰا مِّنۡهُمۡ لَیَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ یَعۡلَمُونَ
“Orang-orang yang telah Kami beri Al-Kitâb mengenal beliau sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sungguh sebagian mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya.” [Surat Al-Baqarah: 146].
Mereka benar-benar diuji dengan ilmu mereka dan diuji pula dengan Ahlul Ilmi mereka.
[ Muhammad Al-Khidhir pada hari Rabu tanggal 9 Muharram 1443 / 18 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi ].