ALLÂH MENGAMPUNI SETIAP ORANG BERDOSA YANG MAU BERTAUBAT
Pertanyaan:
Saya mau tanya, saya pernah berdoa kepada patung orang Hindu karena diarahkan dan sedikit dipaksa, di hati saya antara sadar dan tidak. Juga masih bertanya-tanya tapi juga sambil berdoa. Apakah dosa musyrik saya dapat diampuni?.
Jawaban:
Dosa apa saja yang seorang hamba telah lakukan, tatkala dia bertaubat dengan sebenar-benar taubat maka pasti Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan ampuni. Dahulu sebagian para Shahabat termasuk kaum Jâhiliyyah, mereka melakukan kesyirikan, mereka menyembah berhala, kemudian mereka bertaubat dengan sebenar-benar taubat. Dosa syirik yang membuat mereka pernah menjadi kaum musyrikîn itu telah diampuni oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ karena mereka telah bertaubat darinya.
Demikian pula orang-orang yang berdoa kepada salib atau berdoa kepada patung Ummu ‘Îsâ Maryam ‘Alaihimash Shalâtu was Salâm yang menjadikan mereka termasuk dari kaum kâfir musyrik, tatkala mereka mau bertaubat dengan sebenar-benar taubat maka pasti Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan mengampuni dosa kekâfiran dan kesyirikan mereka, adapun kalau mereka tidak bertaubat maka mereka tetap dalam keadaan kâfir musyrik, bagi mereka azab yang pedih, berkata Allâh ‘Azza wa Jalla:
لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِینَ قَالُوۤا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَـٰثَةࣲۘ وَمَا مِنۡ إِلَـٰهٍ إِلَّاۤ إِلَـٰهࣱ وَ ٰحِدࣱۚ وَإِن لَّمۡ یَنتَهُوا۟ عَمَّا یَقُولُونَ لَیَمَسَّنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِیمٌ
“Sungguh telah kâfir orang-orang yang mengatakan bahwa Allâh adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Ilah yang Satu. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kâfir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.” [Surat Al-Mâ’idah: 73].
Adapun orang yang tidak bertaubat dan terus menerus melakukan kesyirikan hingga mati dalam keadaan musyrik maka Allâh Ta’âlâ tidak akan mengampuninya, berkata Allâh ‘Azza wa Jalla:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰلِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلَۢا بَعِیدًا
“Allâh tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allâ, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.” [Surat An-Nisâ’: 116].
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Ahad, 15 Jumâdil Ãkhirah 1444 di Masjid Muti’ah Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.