AMPUNAN DARI DOSA SYIRIK DAN MENINGGALKAN SHALAT HANYA BAGI YANG BERTAUBAT

Pertanyaan:
Ustadz, jika ada seseorang terjatuh ke dalam dosa syirik dan meninggalkan shalat, apakah masih ada ampunan Ustadz?.

Jawaban:
Kalau dia telah bertaubat dari syirik yang dia pernah terjatuh ke dalamnya maka pasti ada ampunan baginya, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:

كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ أَنَّهُۥ مَنۡ عَمِلَ مِنكُمۡ سُوۤءَۢا بِجَهَـٰلَةࣲ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَصۡلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ

“Rabb kalian telah menetapkan rahmat atas diri-Nya bahwa siapa saja yang melakukan dosa di antara kalian lantaran kejahilan, kemudian dia bertaubat setelah melakukannya dan dia mengadakan perbaikan, maka sungguh Allah adalah Ghafur (Maha Pengampun) lagi Rahim (Maha Penyayang).” [Surat Al-An’am: 54].
Adapun orang yang tidak bertaubat dari syirik yang dia terjatuh ke dalamnya hingga dia mati dalam keadaan tidak bertaubat darinya maka sungguh tidak ada ampunan baginya, di saat masih hidup dia dihukumi musyrik kafir dan setelah wafatnya dia kekal di dalam Neraka, berkata Allah Ta’ala:

إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِیلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا۟ وَهُمۡ كُفَّارࣱ فَلَن یَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ

“Sungguh orang-orang yang telah kafir dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan mereka kafir maka Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka.” [Surat Muhammad: 34].
Orang yang di masa hidupnya melakukan dosa syirik lalu mati dalam keadaan tidak bertaubat darinya maka Allah telah pastikan tempatnya di Neraka:

إِنَّهُۥ مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِینَ مِنۡ أَنصَارࣲ

“Sesungguhnya orang yang berbuat syirik kepada Allah maka sungguh Allah telah mengharamkan baginya Surga dan tempatnya di Neraka. Dan tidak ada para penolong bagi orang-orang zhalim.” [Surat Al-Ma’idah: 72].
Orang yang melakukan dosa syirik sama dengan orang yang meninggalkan shalat, keduanya masuk ke dalam penamaan kafir, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إنَّ بيْنَ الرَّجُلِ وبيْنَ الشِّرْكِ والْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاةِ

“Sungguh antara seseorang dan antara kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”
Allah telah menerangkan tempat menetap bagi orang meninggalkan shalat adalah di Neraka Saqar:

مَا سَلَكَكُمۡ فِی سَقَرَ ٠ قَالُوا۟ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّینَ

“Apa yang memasukkan kalian ke dalam Saqar? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk dari orang-orang yang shalat.” [Surat Al-Muddatstsir: 42-43].
Orang yang meninggalkan shalat semasa hidupnya maka dia kafir, kalau dia meninggalkannya karena menganggap remeh atau karena malas maka sungguh dia lebih buruk daripada orang-orang munafik, berkata Allah Ta’ala:

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوۤا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ یُرَاۤءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلࣰا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat maka mereka berdiri dalam keadaan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” [Surat An-Nisa’: 142].
Orang yang meninggalkan shalat dan orang yang melakukan dosa syirik telah jelas tempat mereka di dalam Neraka, kecuali orang yang telah bertaubat, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:

فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَ ٰ⁠نُكُمۡ فِی ٱلدِّینِۗ وَنُفَصِّلُ ٱلۡـَٔایَـٰتِ لِقَوۡمࣲ یَعۡلَمُونَ

“Jika mereka bertaubat, mengerjakan shalat dan menunaikan zakat maka mereka adalah saudara kalian seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” [Surat At-Taubah: 11].

[Abu Ahmad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13635
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1871