BAHAYA MEDITASI
Pertanyaan:
Apa hukumnya mengikuti kegiatan meditasi dengan alasan supaya shalat lebih khusyu’?.
Jawaban:
Alhamdulillah Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam telah mengajarkan cara khusyu’ di dalam shalat, beliau menganjurkan untuk mendahulukan makan daripada shalat bila sudah dihidangkan makan supaya tidak memikirkan hidangan yang akan menyebabkan terganggu kekhusyu’an dalam shalat, beliau juga mengembalikan baju yang dihadiahkan kepadanya karena terdapat gambar-gambar bercorak yang akan mengganggu kekhusyu’annya dan beliau minta diberi baju yang lain.
Nabiuttaubah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak hanya mencontohkan dengan upaya seperti itu, namun beliau mencontohkan pula dengan perbanyak berdo’a, di dalam suatu hadits yang shahih menyebutkan tentang do’a beliau:
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ
“Ya Allah sungguh aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak khusyu’.”
Khusyu’ termasuk dari ibadah, siapa yang mencari kekhusyu’an sesuai dengan bimbingan Abul Qasim Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam maka dia telah benar keislaman dan keimanannya, namun siapa yang mencari kekhusyu’an dalam beribadah dengan selain penunjuk beliau maka dikhawatirkan berada pada kebinasaan. Seseorang yang sudah berupaya untuk khusyu’ sesuai dengan petunjuk Nabiul Ummi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam namun masih tidak khusyu’ dalam shalatnya maka itu lebih baik daripada dia mencari kekhusyu’an lewat meditasi, karena sungguh tidaklah seseorang yang mengikuti meditasi melainkan jin akan menyusup pada dirinya sesuai dengan kadar keseriusannya dalam bermeditasi, jin itu berklasifikasi, ada jin ahli bid’ah yang akan menyusup sesuai dengan kelasnya, makanya didapati ada yang suka bermeditasi mampu menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat, namun di saat mulai belajar akidah Tauhid hafalannya hilang semua, hingga memulai baru menghafal dengan bersusah payah, dan tentu ini lebih baik daripada mudah menghafal namun dibantu oleh kekuatan jin ahli bid’ah, sebagaimana pada orang yang sulit khusyu’ dalam shalatnya itu lebih baik baginya daripada bermeditasi. Ketidakkhusyu’an dalam beribadah bukanlah pembatal terhadap ibadah itu sendiri, hanyalah kurang utama ibadahnya, namun ini lebih baik daripada khusyu’ tapi dengan cara mengikuti petunjuk selain petunjuk Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.