BID’AH MENCEGAH DARI MEMPEROLEH SYAFA’AH

Pertanyaan:
Ada atsar dari Al-Hasan Al-Bashrî:

اسْتَكْثِرُوا مِنَ الأَصْدِقَاءِ الْمُؤْمِنِينَ، فَإِنَّ لَهُمْ شَفَاعَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Perbanyaklah oleh kalian dari teman-teman yang beriman, karena sungguh mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat.”
Apakah perkataan Imâm Al-Bashrî tadi boleh dipakai untuk membela dan menolong ahlul bid’ah karena ahlul bid’ah diakui katanya memiliki pengikut ribuan supaya bisa dapat syafa’at dari mereka?.

Jawaban:
Orang kalau sudah condong kepada pembenaran terhadap suatu bid’ah atau membela dan menolong ahlu bid’ah maka akan sulit baginya untuk berdalîl, sehingga akan lebih kagum terhadap perkataan selain dalîl dalam upaya membenarkan suatu bid’ah atau membela ahlu bid’ah.
Kalaupun perkataan Al-Hasan Al-Bashrî Rahimahullâh itu dijadikan hanya sebagai mau’izhah, itupun tidak pada tempatnya, sangat tidak tepat untuk menggunakannya pada pembelaan terhadap bi’dah dan ahlu bid’ah. Kalau memang inginkan mau’izhah maka ambillah dari perkataan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

وَلَا تُجٰدِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

“Janganlah kamu berdebat karena orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh Allâh tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.” (An-Nisâ’: 107).
Itu mau’izhah yang sangat tepat.

Ahlul bid’ah sebanyak bagaimanapun kawan-kawan mereka dan sekuat bagaimanapun dalam menjalin ukhuwwah tetap tidak akan lepas dari ancaman akan terjauhkan dari syafa’at Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ

“Sungguh benar-benar akan datang kepadaku berbagai kaum, aku mengenal mereka dan mereka juga mengenalku. Kemudian mereka dibuatkan penghalang antaraku dan antara mereka.” Riwayat Al-Bukhârî dari Sahl bin Sa’d Radhiyallâhu ‘Anhu.
Dan masih pada riwayat Al-Bukhârî dari Abû Sa’îd Al-Khudrî Radhiyallâhu ‘Anhu, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

فَأَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّي، فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي

“Aku katakan: “Sesungguhnya mereka termasuk dari umatku.” lalu dikatakan kepadaku: “Sungguh engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.” Maka aku katakan: “Jauhkan, jauhkan bagi siapa yang melakukan perubahan (terhadap sunnahku dengan mengadakan bid’ah) sepeninggalku.”

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir sebelum kajian Shahîhul Bukhârî pada hari Senin 1 Shafar 1444 / 29 Agustus 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6712