CARA DAN CARA MENGHANCURKAN PERADABAN UMAT ISLÂM
Berkata salah seorang orientalis:
إذا أردت أن تهدم حضارة أمة فهناك وسائل ثلاث هي:
١) اهدم الأسرة
٢) اهدم التعليم
٣) أسقط القدوات والمرجعيات
“Jika kamu ingin menghancurkan peradaban umat maka di sana ada tiga cara, yaitu:
1) Rusaklah kekeluargaan mereka.
2) Rusaklah ta’lîm mereka.
3) Jatuhkanlah panutan-panutan dan rujukan-rujukan mereka.
Cara dan upaya orientalis ini termasuk dari cara para syaithân dalam upaya untuk menghancurkan umat manusia. Cara mereka dalam merusak kekeluargaan manusia yaitu dengan menghancurkan hubungan ibu dengan ayah, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ
“Mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang menjadi penyebab memisahkan antara seorang suami dengan istrinya.” (Surat Al-Baqarah: 102).
Di antara cara para syaithân untuk merusak umat manusia yaitu menghalangi dari jalan yang lurus, dan umat manusia tidak akan pernah tahu jalan yang lurus kecuali dengan ilmu, dan ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan menuntutnya. Oleh karena itu para syaithân sangat berusaha keras untuk menghalang-halangi jalannya, sebagaimana yang dinyatakan oleh raja syaithân Iblîs:
قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرٰطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
“Berkata Iblîs: Karena Engkau telah menghukumku tersesat maka sungguh aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” [Surat Al-A’râf: 16].
Di antara cara para syaithân dalam upaya menghancurkan umat manusia yaitu dengan menjatuhkan kehormatan orang berilmu, syaithân mengupayakan manusia menjauhi orang berilmu, sehingga di saat ada kejadian maka mereka langsung hadapi tanpa lagi merujuk kepada orang berilmu, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
وَإِذَا جَاۤءَهُمۡ أَمۡرࣱ مِّنَ ٱلۡأَمۡنِ أَوِ ٱلۡخَوۡفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦۖ وَلَوۡ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰۤ أُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنۡهُمۡ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِینَ یَسۡتَنۢبِطُونَهُۥ مِنۡهُمۡۗ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنَ إِلَّا قَلِیلࣰا
“Apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka langsung menyiarkannya. Padahal apabila mereka menyerahkannya kepada Rasûl dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari Rasûl dan Ulil Amri. Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allâh kepada kalian, tentulah kalian akan mengikuti syaithân kecuali sebagian kecil di antara kalian.” [Surat An-Nisâ’: 83].
[ Muhammad Al-Khidhir ].