CIRI ORANG YANG TELAH DIAMPUNI DOSANYA
Pertanyaan:
Ustadz apa ciri orang yang sudah diampuni dosanya?
Jawaban:
Ciri orang yang diampuni dosanya adalah ketika dia semakin taat kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan tetap beramal shalih, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ
“Dan sesungguhnya Aku adalah benar-benar Ghaffar (Maha Pengampun) bagi siapa yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian dia tetap dalam petunjuk.” [Surat Thaha: 82].
Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mendapatkan jaminan Surga, beliau telah diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang dan beliau tidak pernah berbuat dosa, bersamaan dengan itu beliau semakin bertambah keshalihan dan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya beliau berkata:
قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَوَرَّمَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat lail sampai bengkak kedua kaki beliau, maka dikatakan kepada beliau: Allah telah memberikan ampunan kepada engkau terhadap dosa engkau yang lalu dan yang akan datang.”
Maka beliau berkata:
أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
“Tidakkah aku ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur.”
Beliau buktikan kesyukurannya dengan ketaatan kepada Allah.
Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu telah mendapatkan banyak kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau adalah penduduk Surga dan Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengampuninya, bersamaan dengan itu beliau giat beramal shalih dan paling banyak bersedekah.
Para shahabat yang ikut perang Badar, mereka telah mendapatkan jaminan Surga dan ampunan, berkata Allah Tabaraka wa Ta’ala tentang Ahlul Badar sebagaimana di dalam hadits Qudsi:
اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ، فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ
“Berbuatlah kalian sekehendak kalian, karena sungguh Aku telah memberikan ampunan kepada kalian.” Riwayat Al-Bukhari dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu.
Bersamaan dengan itu, mereka tetap beramal shalih dan senantiasa mentaati Allah Tabaraka wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Para shahabat Nabi seluruhnya telah mendapatkan jaminan Surga dan keridhaan Allah Tabaraka wa Ta’ala:
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” [Surat At-Taubah: 100].
Bersamaan dengan itu mereka tetap menjadi pengikut setia Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka senantiasa di atas ketaatan dan keshalihan.
Maka menjadi suatu pertanyaan dan koreksian bagi kita, apakah kita sudah diampuni dosa kita?. Keseharian kita sebagai jawaban bagi kita.
Apakah kita akan berani merekomendasikan diri kita telah mendapatkan ampunan dari Allah ‘Azza wa Jalla sementara kita masih kurang sekali melakukan ketaatan dan belum banyak beramal shalih?!.
[Muhammad Al-Khidhir di Kemang Pratama 3 Bekasi pada 1 Rabi’ul Akhir 1440 / 9 Desember 2018].