DAJJAL MENGAKU MUSLIM LALU NABI LALU TUHAN
Pertanyaan:
‘Afwan ada pertanyaan lagi Ustadz, tentang Dajjal ini benarkah? Nantinya dia mengaku Nabi itu Nabi Isa Ustadz?.
Perhatikan Syaikh Al-‘Utsaimin Rahimahullah berkata: “Telah disebutkan, awal mula ia (Dajjal) keluar menyeru kepada Islam, mengaku sebagai Muslim. Kemudian mengaku sebagai Nabi, setelah itu mengaku sebagai Tuhan.” [Asy-Syarhul Mumti’ (3/268)].
Jawaban:
Disebutkan pada riwayat Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim dengan lafazh:
حَتَّى يَقْدَمَ الْكُوفَةَ، فَيُظْهِرُ دِينَ اللهِ، وَيُعْمَلُ بِهِ فَيُتَّبَعُ، وَيَحُثُّ عَلَى ذَلِكَ، ثُمَّ يَقُولُ بَعْدَ ذَلِكَ: إِنِّي نَبِيُّ فَيَمْكُثُ بَعْدَ ذَلِكَ حَتَّى يَقُولَ: أَنَا اللهُ
“Sesampainya di Kufah, dia pun menampakan agama Allah, diamalkan agama Allah dengan sebabnya lalu diikuti dan dia memotivasi untuk itu. Kemudian dia katakan setelah itu: “Sungguh aku adalah Nabi.” Lalu dia menetap setelah itu, pada akhirnya dia mengatakan: “Akulah Allah.”
Hanya saja pada riwayat tersebut terdapat kedha’ifan, di dalam sanadnya ada perawi matruk, yang bernama Sa’id bin Muhammad Al-Warraq. Dan Imam Adz-Dzahabi menyebutkannya dengan nama Sa’id bin Muhammad Ats-Tsaqafi, beliau katakan:
وهو واه
“Dia adalah perawi lemah.”
Dan riwayat tersebut telah dihukumi oleh Ibnu Hajar di dalam “Fathul Bari”:
وسنده ضعيف
“Dan sanadnya dha’if.”
Jadi tidak bisa untuk berdalil dengannya, Wallahu A’lam.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu pada malam Sabtu, 6 Dzulhijjah 1447 / 23 Mei 2026 di Masjid Muti’ah Bogor].