DAKWAH ADALAH IBADAH

Pertanyaan:
Kenapa Ustâdz tidak berkeinginan membuat muassasah semisal yayasan dakwah?.

Jawaban:

Dakwah adalah ibadah, dakwah kita adalah dakwah Salafiyyah, kita tidak ingin terikat dengan berbagai aturan dalam beribadah dan dalam berdakwah, kita sudah mencukupkan dengan aturan agama kita yang telah sempurna, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰا

“Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, Aku telah cukupkan bagi kalian ni’mat-Ku dan Aku telah ridhai Islâm sebagai agama bagi kalian.” [Surat Al-Mâ’idah: 3].

Alhamdulillâh di negeri kita ada kebebasan berdakwah, tanpa lembaga dan yayasan pun dakwah tetap jalan. Kalau pun ada suatu daerah mengharuskan tempat dakwah memiliki yayasan, itu pun masih sangat jarang, dan kalau ada dari Ahlussunnah yang memiliki yayasan karena ketentuan yang diharuskan oleh pemerintah daerahnya atau karena tekanan masyarakat di sekitarnya maka kita memberinya udzur.
Nas’alullâhas Salâmata wal ‘Âfiyah.

Dijawab oleh:
Abû Ahmad Al-Khidhir pada hari Senin, 21 Shafar 1444 / 17 September 2022 di Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6806