DEFINISI SYIRIK

Pertanyaan:
Apa ada perbedaan syirik sama kāfir?.

Jawaban:

الشرك أن تجعل لله ندا وهو خلقك

“Syirik adalah kamu menjadikan tandingan bagi Allāh padahal Dia telah menciptakanmu.”
Ini berdasarkan perkataan Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau ditanya tentang paling besarnya dosa, maka beliau katakan:

أن تجعلَ للهِ نِدًّا وهو خلقكَ

“Kamu menjadikan tandingan bagi Allāh padahal Dia telah menciptakanmu.”
Dan defenisi ini lebih mencakupi, masuk di dalamnya syirik ibadah dan syirik hukum. Asy Syaikh Ibnu Bāzz pernah ditanya tentang perbedaan kekafiran dan kesyirikan, beliau merincikan, beliau katakan:

الكفر جحد الحق وستره

“Kekafiran adalah penentangan terhadap kebenaran dan menutupinya.”
Kemudian beliau contohkan di antaranya menolak kewajiban shalat dan kewajiban lainnya, atau juga menolak keharaman zina dan perkara haram lainnya yang telah jelas keharamannya. Apa yang beliau sebutkan ini berkaitan pula dengan syirik hukum, yang disebutkan pada hadīts dari ‘Adī bin Hātim tentang menjadikan andād (tandingan-tandingan) dalam pengharaman dan penghalalan, dan diperjelas pada ayat di dalam surat Al An’ām:

وَإِنۡ أَطَعۡتُمُوهُمۡ إِنَّكُمۡ لَمُشۡرِكُونَ

“Jika kalian mentaati mereka maka sungguh kalian benar-benar musyrik.” [Surat Al-An’âm: 121]. Yakni: Jika kalian mentaati mereka pada pembolehan terhadap bangkai (padahal telah jelas keharamannya) maka keberadaan kalian sama dengan mereka dalam kesyirikan.
Dan Asy Syaikh Ibnu Bāzz setelah menyebutkan defenisi syirik:

فهو صرف بعض العبادة لغير الله

“Adalah memalingkan sebagian ibadah kepada selain Allāh.” Beliau sebutkan di antara contohnya yaitu meminta pertolongan kepada mayit dan beliau sebutkan pula contoh lainnya, kemudian beliau katakan:

ويطلق على الكافر أنه مشرك وعلى المشرك أنه كافر

“Dimutlakkan atas orang kāfir bahwasanya dia itu musyrik dan atas orang musyrik bahwasanya dia itu kāfir.” Kemudian beliau menyebutkan banyak sekali dalīl, yang kesimpulannya beliau katakan:

فدل ذلك على أن الكافر يسمى مشركا، والمشركَ يسمى كافرا

“Maka itu menunjukkan bahwa orang kāfir dinamai musyrik orang musyrik dinamai kāfir.”

[Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir pada hari Senin tanggal 11 Rabī’ Al Awwal 1448 / 24 Agustus 2026 di Masjid Mutiah Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14830