GOLONGAN YANG SELAMAT ADALAH ORANG-ORANG YANG MEMADUKAN ILMU DAN JIHAD FI SABILILLAH

Pertanyaan:
Apakah bisa dibenarkan keterangan murji’ah jaman ini yang mereka menyebutkan Thaifah Manshurah atau Firqah Najiyyah adalah Ahli Hadits yaitu mereka, karena Ahli Hadits banyak dari kalangan mereka?.

Jawaban:
Barangkali yang mereka pahami dari istilah Ahlul Hadits adalah pakar hadits, yaitu mereka yang bisa membedakan antara hadits shahih dan hadits dha’if atau yang paling hafal hadits. Kalau hanya sekedar memahami, menghafal atau mengerti lalu mengakui seperti ini maka sungguh dari kalangan ahlul bid’ah juga memiliki sifat seperti itu, ada dari ‘ulama ‘Asya’irah, Maturidiyyah bahkan Shufiyyah yang diakui sebagai Ahlul Hadits, yaitu pakar dalam bidang ilmu hadits. Namun bukan patokannya itu adalah pengakuan bahwa mereka Ahlul Hadits atau Ahlul ‘Ilmi, karena Ahlul Kitab juga mengakui bahwa mereka Ahlul ‘Ilmi atau Ahludz Dzikri sebagaimana pengakuan mereka, bahkan pengakuan Ahlul Kitab lebih dari itu, sehingga mereka diminta untuk datangkan bukti, Allah Subhanahu wa Ta’ala katakan tentang mereka:

وَقَالُوا۟ لَن یَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَـٰرَىٰۗ تِلۡكَ أَمَانِیُّهُمۡۗ قُلۡ هَاتُوا۟ بُرۡهَـٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِینَ

“Mereka berkata: Tidak akan masuk Surga kecuali orang yang keberadaannya sebagai yahudi atau nashara, itulah angan-angan mereka. Maka katakanlah (wahai Rasul): “Datangkanlah oleh kalian bukti kalian jika keberadaan kalian adalah orang-orang yang benar.” [Surat Al-Baqarah: 111].
Telah kita ketahui bahwa dari para ‘ulama telah berpendapat tentang Ath-Thaifah Al-Manshurah atau Al-Firqatun Najiyyah yaitu Ahlul Hadits sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal semoga Allah merahmatinya:

إنْ لَمْ يَكنْ هٰذهِ الطائِفَةُ المَنصُورَةُ أَصحَابَ الحَدِيثِ فَلا أدرٍي مَنْ هُمْ

“Jika keberadaan Ath-Thaifah Al-Manshurah ini bukan Ahlul Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka?!.”
Hanya saja perlu diketahui bahwa beliau mengatakan demikian karena di zaman itu yang paling semangat membela agama ini adalah Ahlul Hadits, mereka di saat itu dikenal sebagai orang-orang berilmu sekaligus tidak meninggalkan berjihad fi Sabilillah saat berpeluang. Dan itu sesuai dengan apa yang dikatakan pula oleh Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal dan ‘Abdullah bin Mubarak semoga Allah merahmati mereka ketika ada perselisihan maka hendaklah merujuk kepada Ahlul Hadits yang disebut dengan nama Ahluts Tsaghri:

إِذَا اختَلَف النّاسُ في شَيءٍ فَانظُروا مَا عَليهِ أهلُ الثّغر، فَإنّ الحَقّ مَعَهم؛ لأنّ اللّهَ تَعالَى يَقُولُ: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنا

“Jika manusia berselisih tentang sesuatu maka lihatlah oleh kalian kepada apa yang berada di atasnya Ahluts Tsaghri, karena sungguh Allah Ta’ala katakan: “Orang-orang yang berjihad di jalan Kami maka sungguh Kami benar-benar akan membimbing mereka ke jalan Kami.” [Al-‘Ankabut: 69].
Dan mereka di saat itu, jika tidak berpeluang ikut jihad fi Sabilillah maka mereka mengambil peluang mendalami ilmu agama atau mendakwahkannya, di zaman itu benar-benar terealisasikan ayat:

وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِیَنفِرُوا۟ كَاۤفَّةࣰۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةࣲ مِّنۡهُمۡ طَاۤىِٕفَةࣱ لِّیَتَفَقَّهُوا۟ فِی ٱلدِّینِ وَلِیُنذِرُوا۟ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ یَحۡذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang beriman itu pergi semua mereka untuk berperang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk mendalami tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum mereka apabila telah kembali ke mereka, supaya mereka itu dapat menjaga diri.” [Surat At-Taubah: 122].
Selain berjihad fi Sabilillah, di saat belum berpeluang untuk berjihad fi Sabilillah maka mereka banyak membantah ahlul bid’ah, mereka membantah qadariyyah, murji’ah, jahmiyyah, khawarij dan aliran sesat lainnya.
Mereka benar-benar memadukan ilmu dan amal, mendalami ilmu dan berjihad. Dengan sifat mereka seperti itu benarlah apa yang disebutkan oleh Al-Imam Ahmad dan ‘ulama selainnya, karena sesuai dengan perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang telah mensifati dan menerangkannya, beliau berkata:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan memahamkannya tentang agama, dan akan senantiasa ada sekelompok dari orang-orang Muslim yang mereka nampak memerangi orang yang memusuhi mereka sampai hari Kiamat.” Riwayat Muslim dari Mu’awiyyah bin Abi Sufyan semoga Allah meridhai keduanya.
Dan pada riwayat Al-Hakim dari ‘Imran bin Hushain semoga Allah meridhainya dengan tambahan lafazh:

حَتّى يُقاتِلَ آخِرُهُم الدّجّالَ

“Hingga yang terakhir mereka memerangi Ad-Dajjal.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu]

⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1241
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/12891