HIDUP SELAMAT LEBIH BAIK DARIPADA SEMBAKO BERSYARAT
Pertanyaan:
Izin bertanya ke Ustâdz, ada satu keluarga Ahlussunnah yang miskin, sudah berhak sekali menerima bantuan sembako dari pemerintah tapi syaratnya harus vaksin dulu baru boleh ambil sembakonya?
Jawaban:
Andai saja kita termasuk dari orang-orang yang lebih dari berkecukupan maka kita akan memberi sembako kepada siapa saja yang membutuhkan dengan tanpa ada syarat apapun. Kita hanya bisa berkata seperti ini karena ketidakmampuan kita, Wallâhul Musta’ân.
Kita menasehatkan diri kita sendiri dan saudara-saudara kita orang-orang yang beriman untuk selalu memohon pertolongan kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âla, bertaqwâ dan senantiasa bersabar:
ٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱللهِ وَٱصۡبِرُوۤا۟ۖ إِنَّ ٱلۡأَرۡضَ لِله یُورِثُهَا مَن یَشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِینَ
“Minta tolonglah kalian kepada Allâh dan bersabarlah kalian, sesungguhnya bumi adalah milik Allâh yang Dia akan wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertaqwâ.” [Surat Al-A’râf: 128].
Janganlah di antara saudara-saudari kita orang-orang beriman merasa bahwa tidak ada lagi yang lebih miskîn darinya, sungguh orang-orang miskîn dan susah hidupnya semakin banyak. Sebagian mereka yang mengeluh mungkin kita dapat mengetahuinya namun yang tidak pernah mengeluh tentu kita tidak akan mengetahui keadaannya, di antara mereka susah dan sangat berkekurangan namun prinsipnya yang penting bisa hidup dan dapat beribadah kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âla, hidup seadanya, sembako bersyarat vaksin itu di mata mereka berharga mahal bila dibandingkan dengan sembako yang mereka peroleh sendiri, beras yang paling termurah yang layaknya untuk makanan burung itu jadi makanan keseharian mereka, lauk seadanya, ada kecap sebagai lauk itu sudah bersyukur banyak, tanpa lauk juga bisa, yang penting bisa hidup dan dapat mengabdikan diri kepada Rabb alam semesta. Keadaan mereka seperti itu, namun mereka merasa masih lebih daripada yang lainnya, karena mereka benar-benar berpegang kepada nasehat panutan mereka Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalâtu was Salâm:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ
“Lihatlah oleh kalian kepada orang yang lebih rendah di antara kalian.”
Kita sekarang sedang berhadapan dengan berbagai fitnah kehidupan. Anggaplah sekarang kita hidup di tengah-tengah pembelajaran sebagai persiapan menghadapi fitnah Dajjâl. Di saat Dajjâl nanti keluar, dia akan memberikan banyak penawaran dengan syarat yang dia buat, sembako bersyarat vaksin itu tidak ada nilainya bila dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh Dajjâl nanti:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ
“Yâ Allâh kami berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masîh Ad-Dajjâl, kami berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian.”
[ Muhammad Al-Khidhir ].