JANGAN BERHAR MASUK SURGA JIKA TIDAK MENEGAKKAN DUA RUKUN TAUHID
Saat kita dulu keluar dakwah ke Pontianak, di salah satu masjid di Kota Pontianak ada seseorang datang menemui kita lalu berkata: “Sekarang orang mau masuk Surga dipersulit, harus ikut kelompok-kelompok, setiap kelompok mengharuskan ikut kelompoknya biar masuk Surga. Padahal dulu, kalau orang datang ke Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya mengucapkan La Ilaha Illah langsung dijamin masuk Surga.”
Kita katakan: Demikianlah memang kenyataan di zaman ini, hizbiyyah benar-benar menjadi fitnah besar bagi umat ini. Dan perlu diketahui bahwa dahulu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjamin masuk Surga bagi orang-orang yang mengucapkan La Ilaha Illallah yaitu orang-orang yang mengetahui maknanya dan menegakkan kedua rukunnya. Beliau memberikan jaminan keselamatan bagi orang-orang Quraisy yang mengucapkannya, hanya saja mereka enggan mengucapkannya karena mereka tahu konsekwensinya harus membenci agama nenek moyang mereka, harus meninggalkan peribadahan selain Allah dan harus bagi mereka mengkufuri thaghut, Allah ‘Azza wa Jalla katakan:
إِنَّهُمۡ كَانُوۤا۟ إِذَا قِیلَ لَهُمۡ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ یَسۡتَكۡبِرُونَ * وَیَقُولُونَ أَىِٕنَّا لَتَارِكُوۤا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرࣲ مَّجۡنُونِۭ
“Sungguh mereka dahulu jika dikatakan kepada mereka (ucapkanlah): La Ilaha Illallah maka mereka menyombongkan diri sambil mengatakan: Apakah kami akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena sebab seorang penya’ir yang gila.” [Surat Ash-Shaffat: 35-36].
Abu Jahal paham betul makna dan konsekwensi mengucapkan La Ilaha Illallah, makanya dia katakan kepada Abu Thalib saat ditalqin untuk mengucapkan La Ilaha Illallah:
أتَرْغَبُ عن مِلَّةِ عبدِ المُطَّلِبِ
“Apakah kamu benci agama ‘Abdul Muththalib?!.”
Dia paham benar, sekali mengucapkannya maka harus meninggalkan agama ‘Abdul Muththalib dan mengkufurinya.
Zaman sekarang banyak orang mudah mengucapkan La Ilaha Illallah namun tidak menegakkan dua rukunnya, mengucapkan La Ilaha Illallah namun masih istighatsah kepada mayit, masih mengalap berkah ke kuburan wali dan atau masih mempersembahkan sesajen ke arwah leluhur.
Orang-orang seperti itu akan diharapkan masuk Surga dengan mudah dalam keadaan mereka tetap di atas keadaan mereka dan tidak bertaubat?!:
لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَ ٰبُ ٱلسَّمَاۤءِ وَلَا یَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ یَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِی سَمِّ ٱلۡخِیَاطِ
“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk Surga sampai untuk bisa masuk ke lubang jarum.” [Surat Al-A’raf: 40].
[ Faedah kajian “Kitabut Tauhid” bersama Al-Ustadz Muhammad Al-Khidhir pada hari Selasa, 5 Dzulqa’dah 1445 / 14 Mei 2024 di Masjid Muti’ah, Kab. Bogor ].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/9439