JANGAN PERNAH REMEHKAN KESYIRIKAN

Sebelum diutus Nûh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm kita tidak ketahui ada bencana besar di muka bumi, padahal ketika itu sudah ada pelaku dosa besar, seorang anak Ãdam membunuh saudaranya, ini dosa besar yang terjadi ketika itu, Allâh belum mendatangkan bencana besar yang membinasakan negeri mereka. Tatkala muncul kesyirikan maka Allâh ‘Azza wa Jalla mulai mengutus Rasûl-Nya yang pertama yaitu Nûh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm untuk menegakkan hujjah, kaumnya tetap melakukan kesyirikan dan mendustakan serta mendurhakai Rasûlullâh Nûh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, maka Allâh mendatangkan bencana besar atas mereka, karena mereka telah mengumpulkan dosa terbesar dan dosa-dosa besar, mereka melakukan kesyirikan, kekufuran dan kedurhakaan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِینَ * إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ * إِنِّی لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِینࣱ * فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِیعُونِ

“Kaum Nûh telah mendustakan para Rasûl, tatkala saudara mereka Nûh berkata kepada mereka: Mengapa kalian tidak bertaqwâ, sesungguhnya aku adalah Rasûl terpercaya yang diutus kepada kalian. Bertaqwalah kalian dan taatilah aku.” [Surat Asy-Syu’ara: 105-108].
Setelah zaman Nûh terjadi pula berbagai bencana yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ datangkan kepada suatu negeri karena penduduknya melakukan kesyirikan, meskipun disebutkan sebab datangnya bencana itu karena dosa besar namun hakekatnya itu karena telah terkumpul pada mereka dosa besar dan dosa terbesar berupa kesyirikan.

Disadur dari khutbah Jum’at Abû Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur pada tanggal 21 Muharram 1444 / 19 Agustus 2022 di Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6680