JANGAN TERGIUR DENGAN TAZKIYAH HAJAWIRAH

Pertanyaan:
Bagaimana menanggapi orang yang bawakan ilmu jarh wa ta’dilnya Hajawirah dan tazkiyahnya mereka Ustadz?.

Jawaban:
Senyumin saja bila ada yang membawa-bawakan pujian, tazkiyah dan ta’dilnya Hajawirah atau kawanan mereka yang bernama Salafiyyun Tsabitun. Perkara yang paling prinsip dan pokok saja mereka sudah salah besar, pelaku syirik akbar yang terang benderang melakukan kesyirikan dan kekafiran saja mereka anggap sebagai saudara Muslim mereka, andaikan mereka mencukupkan hanya menyebut saudara mereka biar jelas hakekat mereka bersama, namun sayang mereka tambahkan dengan embel-embel saudara Muslim. Itu pun sudah cukup memperjelas kebodohan mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Al-‘Utsaimin:

تسمية هذا الرجل الذي ينذر للقبور والأولياء ويدعوهم، تسميته مسلمًا جهلٌ من المسمِّي، ففي الحقيقة أنّ هذا ليس بمسلم لأنه مشرك

“Menamai orang ini, yakni orang yang bernadzar kepada kuburan dan para wali serta berdoa kepada mereka, menamainya sebagai Muslim adalah kebodohan dari orang yang menamai, sesuai hakekatnya, dia ini bukanlah Muslim, sebab dia benar-benar musyrik.”
Pada perkara penamaan saja mereka sudah salah besar, apalagi mau menjarh dan menta’dil orang?! Apalagi mau mentazkiyah dan memberi rekomendasi kepada orang?!. Maka tidak heran dalam memberi rekomendasi dan tazkiyah saja mereka sudah plin plan dan bingung. Hari ini di antara mereka saling memuji, saling memberi gelar dan julukan yang berentet, besok dicabut, atau pagi ini dicabut pujian dan rekomendasi itu, di sore hari ditetapkan lagi.
Pada perkara kabair mereka sangat kencang menerapkan bara’, hingga pelakunya diperlakukan seakan-akan non Muslim, namun pada perkara syirik hanya mencukupkan dengan khulush (terbebas) darinya tanpa bara’ darinya dan dari ahlinya, mereka beralasan dengan jahalah (kebodohan). Pada akhirnya setiap orang yang mengaku Muslim walaupun melakukan syirik akbar terang-terangan, mereka tetap anggap sebagai Muslim, bagi mereka syirik akbar itu tidak mempengaruhi keimanannya yakni tidak sampai mengeluarkannya dari keimanan, bagi mereka tetap dia Muslim karena bodoh. Itulah hakekat mereka sebagai murji’ah.
Paling ramai sekarang di kalangan mereka adalah masalah gambar makhluk bernyawa yang muncul di vidio, taruhlah mereka merajihkan pendapat itu haram atau termasuk kabair, tapi perlakuan mereka terhadap ahlul kabair sangat melampui batas namun tidak pada ahli syirik, bahkan di antara mereka di saat ditanya tentang hukum masuk tentara nasional, jawabnya tidak boleh karena menyerahkan foto. Lihatlah ini bentuk kebodohan atau menutupi hakekat hukum thaghut, andaikan mau beralasan karena tentara nasional terikat dengan hukum thaghut tentu lebih tepat, namun seperti itulah hakekat mereka yang memperlihatkan ketegasan hanya pada kabair berupa foto makhluk bernyawa dan tidak tegas pada hukum thaghut.
Di antara mereka juga sampai tidak membolehkan kerja di pabrik atau di tempat yang ada CCTV-nya, dan sebagian dari mereka juga menganggap lebih baik membeli ijazah daripada ikut sekolah online karena menggunakan vidio. Ada dari mereka mau menyekolahkan anak mereka di sekolah tapi tidak mau difoto anaknya untuk raport atau surat keterangan, dengan alasan dosa besar. Padahal anaknya sendiri Subhanallah kecanduan berbagai game di HP-nya yang banyak sekali gambar makhluk bernyawanya, hal itu diketahui dan dimainkan gamenya di hadapannya setiap hari ini. Seakan-akan ini no problem tapi hanya sekedar foto untuk lembaran surat atau raport sangat tegas dianggap problem dan tidak boleh secara tegas.
Sempat kita nasehatkan ke sebagian mereka daripada anak-anak mereka terhabiskan waktunya dengan main game atau tersibukkan dengan HP-an setiap hari, mending dialihkan sedikit-sedikit dengan memanfaatkan untuk ikuti sekolah Islam online daripada nanti beli ijazah seperti Mulyono, karena ini penipuan yang telah dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Dan barangsiapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami.”
Kita sebutkan mengikuti pelajarannya lewat video calling atau online mending daripada terhabiskan waktu mengikuti permainan HP, bagi kita menggunakan vidio calling itu semisal dengan cermin karena hanya berlalu setelah menggunakannya, kita tidak menyimpan vidionya sebagaimana tersimpannya game dan facebook. Namun ternyata kita dihujati dengan ditanyakan mana dalilnya seperti hukum cermin?. Mestinya pertanyaannya itu ditujukan ke mereka sendiri tentang permainan game anak mereka itu yang selalu tersimpan gambaran makhluknya di HP atau juga mereka yang tersibukkan dengan HP-an itu, sampai diceritakan oleh salah seorang dari santri mereka bahwa ada ustadz mereka yang terkenal paling Salafi Tsabit tapi sangat terikat dengan HP, biasa selepas salam dari shalat wajibnya langsung buka HP, sibuk membuka WA dan yang lainnya. Mestinya ustadz mereka seperti itulah yang hendak mereka tanyakan mana dalilnya terikat dengan HP-an seperti itu?!.
Dan kalau berbicara atau diajak diskusi oleh Hajawirah atau kawanan mereka bernama Salafiyyun Tsabitun lebih baik hindari dan jauhi, karena mereka suka debat lalu mengejek, dan sudah berkali-kali kita dapatkan sifat dusta ada pada mereka, sampai pernah ada dari mereka mengirimkan pesan WA dengan ucapan Basmalah dan salam, lalu setelah dijawab, ternyata dia copy pasti tulisannya dan jawaban, kemudian jawaban ditambahi dengan nasehat atas nama kita dengan mentazkiyah Syaikh Al-Hajuri dan menambahkan nasehat-nasehat atas nama kita. Betapa luar biasa beraninya berdusta, dan tidak hanya itu namun muncul pula dari selainnya dari bangsa Hajawirah pula yang membuat-buat kedustaan atas nama kita dan berdusta dalam menanggapi kita. Padahal orang-orangnya dikenal di kalangan mereka paling kokoh, paling kuat berpegang kepada manhaj kata mereka, tapi ternyata itu hanya di permukaan, yang terselubung sangat parah dalam kerusakan, Nas’alullahas Salamah wal ‘Afiyah.

[Dijawab oleh Ustadz Al-Khidhir Hafizhahullah]

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/9515