KEBERANIAN ADE DALAM MELONCATI TANJAKAN
باسم الله، الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وبعد:
Falhamdulillah, apa yang disebutkan oleh Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy terhadap kita pada perkataannya: “Setelah keliatan sering upload-upload tokoh kafir sufi, dan lebih percaya kafir sufi ketimbang negri Haramain yang jelas jelas di atas Kitab wa Sunnah asas negrinya.”
Ini di antara upayanya ingin menggiring orang lain supaya percaya padanya, ungkapannya “sering” tentu dia tidak akan bisa bertanggungjawabkan, berapa banyak keseringannya?. Kalaupun sering maka tentang apa?. Apakah tentang kebatilan ataukah kebenaran dan kenyataan?. Terus orang kafir sufi itu siapa?. Betapa sharahahnya ini orang, kita pun tidak yakin kalau pengkafirannya terhadap tokoh sufi itu mendapat dukungan dari syaikh-syaikh sandarannya ataukah justru dia telah melangkahi syaikh-syaikh sandarannya?!. Karena di saat kawannya yaitu Jabir Abu Unaisah menampakkan kegembiraan akan kematian pimpinan Hamas saja, di antara syaikh sandaran mereka sudah menegur, hingga pada akhirnya rela menelan ludahnya sendiri. Namun Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy satu ini luar biasa berani, tapi apakah dia bisa adil dalam pengkafiran?. Ataukah hanya dia kafirkan orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh mereka?!.
Justru kita khawatirkan orang semacam Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy yang menampakkan pembelaan terhadap Haramain justru akan menjatuhkannya, bagaimana tidak, setiap ada orang menyebutkan kemungkaran yang terjadi di Mamlakah, hampir sama komentar mereka: “Itu orang hiqd, itu karena iri, itu dengki dengan Mamlakah.” Dibuktikan gambar atau vidio maka jawaban mereka hampir sama semua bahwa itu paling hasil editan, dibikin-bikin. Tapi saat orang memuat foto atau vidio Hamas menganggap Iran negeri Islam, sebagai saudara mereka seagama dan terlihat difoto berpelukan atau bersama-sama maka mereka terima dan langsung jadikan sandaran untuk menghukuminya sebagai kafir sufi. Tatkala sampai kepada mereka vidio pernyataan MBS tentang Iran seperti pernyataan Hamas itu dan kumpulnya juga atau hubungan MBS dengan barat, mereka pun tidak terima dengan alasan hampir sama bahwa itu hasil editan atau bikinan, dibikin oleh orang-orang hiqd dan hasad kepada Mamlakah. Itulah ketidakinshafan mereka dalam menetapkan hukum, dan ini sudah cukup dengan tanggapan sebelumnya:
كُونُوا۟ قَوَّ ٰمِینَ لِلَّهِ شُهَدَاۤءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا یَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰۤ أَلَّا تَعۡدِلُوا۟ۚ
“Jadilah kalian sebagai penegak keadilan karena Allah ketika menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil.” [Surat Al-Ma’idah: 8].
Asy-Syaikh As-Si’di Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih telah katakan:
كما تشهدون لوليكم فاشهَدوا عليه، وكما تشهدون على عدوكم، فاشهدوا له، فلو كان كافرا أو مبتدعا، فإنه يجب العدل فيه
“Sebagaimana kalian telah mempersaksikan tentang wali (penguasa atau kawan) kalian maka persaksikanlah pula tentangnya, dan sebagaimana kalian mempersaksikan terhadap musuh kalian. Persaksikanlah kalian tentangnya meskipun dia kafir atau mubtadi’, karena sungguh wajib untuk berbuat adil padanya.”
Itu baru kemungkaran yang ditampilkan tentang MBS, mereka sudah pungkiri, belum lagi berbagai kemungkaran yang ada di Mamlakah yang orang menyaksikan langsung dan yang menyebar di media, dengan mudahnya mereka pungkiri dengan alasan yang hampir sama yaitu karena hiqd atau dibikin-bikin. Mereka mau menutupi sehingga seolah-olah tidak ada kemungkaran, betapa tidak takutnya mereka akan ancaman Nabi Akhir Zaman Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
ولعنَ اللَّهُ مَن آوى مُحدِثًا
“Dan semoga la’nat Allah atas orang yang melindungi pembuat kemungkaran (atau kerusakan).”
Kalau setiap orang yang menyebutkan kemungkaran di Mamlakah atau menyelisihi kebijakan di Mamlakah langsung dianggap menyerang Mamlakah, maka betapa berani juga Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy ini. Bukankah Asy-Syaikh Shalih Fauzan juga ada pengingakaran secara lisannya terhadap kemungkaran di Mamlakah?! Apa beliau mau dikatakan oleh Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy sebagaimana telah katakan tentang kita: “Dia itu pengennya sih nyerang Mamlakah secara terang-terangan cuman masih malu-malu kucing, dia mau cuci tangan biar tidak kelihatan.” Atau Ade An-Nanejediy At-Tanjakaniy mau katakan yang sama pula kepada Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin yang telah mengingkari kemungkaran besar di Mamlakah dan sampai memvonis pelaku utamanya Turki Alu Syaikh sebagai zindiq hadzihil ummah?!.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].