KENALILAH MEREKA BERDUA, ENGKAU AKAN MENGENAL MAHALNYA AMPUNAN ALLÂH SUBHÂNAHU WA TA’ÂLÂ
Sesuatu yang paling termahal di dalam kehidupan dunia adalah ampunan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ.
ABÛ BAKR ASH-SHIDDÎQ RADHIYALLÂHU ‘ANHU
Abû Bakr Ash-Shiddîq Radhiyallâhu ‘Anhu adalah orang terbaik pada umat ini setelah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau telah mendapatkan jaminan masuk Surga, namun ternyata beliau masih sangat membutuhkan ampunan, berkata ‘Âisyah Ash-Shiddîqah Radhiyallâhu ‘Anhâ:
قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحِ بْنِ أُثَاثَةَ لِقَرَابَتِهِ مِنْهُ وَفَقْرِهِ: وَاللَّهِ لاَ أُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحٍ شَيْئًا أَبَدًا بَعْدَ الَّذِي قَالَ لِعَائِشَةَ مَا قَالَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: وَلَا یَأۡتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن یُؤۡتُوۤا۟ أُو۟لِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِینَ وَٱلۡمُهَـٰجِرِینَ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِۖ وَلۡیَعۡفُوا۟ وَلۡیَصۡفَحُوۤا۟ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن یَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِیمٌ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ بَلَى وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لِي. فَرَجَعَ إِلَى مِسْطَحٍ النَّفَقَةَ الَّتِي كَانَ يُنْفِقُ عَلَيْهِ وَقَالَ: وَاللَّهِ لاَ أَنْزِعُهَا مِنْهُ أَبَدًا
“Berkata Abû Bakr Ash-Shiddîq yang keberadaan beliau selalu memberi nafkah kepada Misthah bin Utsâsah karena hubungan kekerabatan dengannya dan karena kefaqîrannya: “Demi Allâh, aku tidak akan lagi memberi nafkah dengan sesuatu apapun kepada Misthah setelah kejadian ini untuk selama-lamanya setelah dia ikut berkata tentang ‘Âisyah dengan apa yang telah dia katakan. Lalu Allâh menurunkan ayat: “Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah bahwa mereka untuk tidak akan memberi nafkah kepada para kerabat mereka, kepada orang-orang yang miskîn dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allâh, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin supaya Allâh mengampuni kalian? Dan Allâh adalah Ghafûr (Maha Pengampun) lagi Rahîm (Maha Penyayang).” [Surat An-Nûr: 22]. Berkata Abû Bakar: “Tentu, demi Allâh, sesungguhnya aku benar-benar senang untuk Allâh memberikan ampunan kepadaku. Lalu Abû Bakr kembali memberi nafkah kepada Misthah sebagaimana sebelumnya, dan beliau berkata: Demi Allâh, aku tidak akan berhenti memberi nafkah kepadanya untuk selama-lamanya.” Riwayat Al-Bukhârî.
‘UMAR IBNUL KHATHTHÂB RADHIYALLÂHU ‘ANHU
‘Umar Ibnul Khaththâb Radhiyallâhu ‘Anhu adalah shahabat terbaik setelah Abû Bakr Ash-Shiddîq Radhiyallâhu ‘Anhu, beliau termasuk penghuni Surga dan beliau orang yang mati syahîd berdasarkan persaksian Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, bersamaan dengan itu beliau merasa masih sangat membutuhkan ampunan Allâh ‘Azza wa Jalla sehingga beliau berkata kepada Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
يَا رَسُولَ اللّٰهِ اسْتَغْفِرْ لِي
“Wahai Rasûlullâh mohonkanlah ampunan untukku.” Riwayat Al-Bukhârî dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ.
Oleh karena itu Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah perintahkan beliau untuk meminta kepada seorang tabi’în yang bernama Uwais Al-Qarnî Rahimahullâh supaya memohonkan ampunan kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ untuk beliau, Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada beliau:
إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ الْقَرَنِيُّ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ
“Sungguh sebaik-baik tabi’in adalah seseorang yang bernama Uwais Al-Qarnî, jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampunan untukmu maka lakukanlah.” Riwayat Muslim dari ‘Umar Ibnul Khaththâb Radhiyallâhu ‘Anhu.
[Fâidah dari Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Kamis tanggal 4 Dzulqa’dah 1441 / 25 Juni 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi].