KESALAHAN FATAL DARI PEMBOLEHAN MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL
Tatkala ucapan selamat atas hari raya orang-orang yang berkeyakinan bahwa Allâh memiliki anak diucapkan kepada mereka maka ini adalah pemberian dukungan kepada mereka dengan lisân maqâl, pemotivasian kepada mereka untuk mengulangi merayakannya dan memberi tabsyîr (kabar gembira) kepada mereka dengan keselamatan. Padahal Al-Qur’ãn tidak mentabsyîr mereka, bahkan Al-Qur’ãn telah mentahdzîr mereka:
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا
“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allâh memiliki anak.” (Surat Al-Kahfi: 4).
Siapapun Anda, meskipun Anda termasuk ‘Ulamâ Daulah, ‘Ulamâ Ummah atau Anda adalah Hâfizh yang mampu menghafal Al-Qur’ãn beserta nomor halaman dan ayat-ayatnya tapi kalau sudah membolehkan mengucapkan ucapan selamat atas hari raya besar mereka maka Anda telah terjatuh ke dalam kesalahan yang fatal dan dosa yang besar. Apalagi Anda membuat perincian aneh dengan membolehkan mengucapkannya bagi para pejabat dan pemerintah, tidakkah Anda merasa takut bahwa pembolehan Anda ini telah mengajak mereka untuk melakukan kefâsiqkan. Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla:
وَإِذَاۤ أَرَدۡنَاۤ أَن نُّهۡلِكَ قَرۡیَةً أَمَرۡنَا مُتۡرَفِیهَا فَفَسَقُوا۟ فِیهَا فَحَقَّ عَلَیۡهَا ٱلۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنَـٰهَا تَدۡمِیرࣰا
“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu supaya mentaati Allâh, tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam negeri itu, maka pantaslah berlaku terhadapnya hukuman Kami, kemudian Kami benar-benar binasakan negeri itu.” [Surat Al-Isrâ: 16].
Bagaimana mungkin orang shâlih di muka bumi ini akan senang dengan ucapan orang-orang kâfir bahwa Allâh memiliki anak?!
Orang shâlih di muka bumi ini tidak akan mudah mengucapkan selamat hari raya kepada mereka, apalagi hari raya yang mereka rayakan adalah hari kelahiran yang mereka anggap sebagai anak Allâh.
Orang shâlih akan marah terhadap mereka yang mengucapkan perkataan kufûr itu sebagaimana penghuni langit marah, bahkan berbagai makhlûq di langit dan di bumi ikut marah, berkata Ka’b Al-Ahbâr Radhiyallâhu Anhu:
غَضِبَتِ الْمَلَائِكَةُ، وَاسْتَعَرَتِ النَّارُ حِينَ قَالُوا مَا قَالُوا
“Malaikat murka, api Neraka panas menyala-nyala ketika mereka mengucapkan apa yang mereka katakan.”
Oleh karena itu, jangan kemudian bertanya: Kenapa bencana banyak terjadi di bulan desember ini? Jangan bertanya: Kenapa gunung meletus? Jangan bertanya: Kenapa langit menurunkan hujan melebihi kebiasaannya hingga membanjiri bumi? Kenapa bumi longsor dan kenapa air laut naik ke darat? Jangan bertanya-tanya tentang semua itu. Akan tetapi koreksilah dan pertanyakanlah pelampuian batasmu dalam bertoleransi!
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا * لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا * تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا * أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا * وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا
“Mereka berkata: “Ar-Rahmân (Allâh Yang Maha Pemurah) memiliki anak.” Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan tentang Ar-Rahmân (Allâh Yang Maha Pemurah) mempunyai anak. Tidaklah layak bagi Ar-Rahmân (Allâh Yang Maha Pemurah) mempunyai anak.” (Maryam: 88-92).
[ Disadur dari Khutbah Jum’at Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 20 Jumâdal Ûlâ 1443 / 24 Desember 2021 di Pondok Pesantren / Majaalis Al-Khidhir Klapanunggal Bogor ].