KEWAJIBAN UMAT ISLĀM YAMAN BERJIHĀD MELAWAN HUTSĪ

Pertanyaan:
Apakah benar bahwa perang sekarang adalah perang Yaman melawan Saudi Ustādz?.

Jawaban:
Perang sekarang bukan perang Yaman melawan Saudi, tapi perang Hutsī yang berakidah Syī’ah Rāfidhah melawan Yaman dan Saudi. Dahulu Yaman dalam menghadapi Hutsī kewalahan, dari sejak kita masih di Yaman, sejak kita di Dammāj lalu kita pindah ke Shan’ā hingga balik ke Tanah Air, Yaman tidak mampu menumpas pemberontak Hutsī, lalu Yaman meminta bantuan kepada Saudi, dari waktu kita di Yaman itu sudah ada bantuan Saudi yang masuk Yaman. Dan sekarang kaum Muslimīn Yaman dari berbagai kalangan bersatu memerangi Hutsī, baik yang dicap hizbiyyūn atau yang dicap takfīriyyūn pada menyatu dengan umumnya kaum Muslimīn Yaman dalam memerangi Hutsī. Media Hutsī pun mengakui dan sampai memberitakan bahwa pasukan yang memerangi Hutsī di Yaman sekarang banyak Takfīriyyūn.
Alhamdulillāh mereka dari sejak hishar Dammāj dulu, mereka sudah bergerak, mereka bergabung dengan umumnya kaum Muslimīn bersama kabilah-kabilah Yaman menuju Kitāf, mereka tetap sabar dan tidak pedulikan ucapan dan sikap para penyelisih, bagi mereka adalah berjihād fī Sabilillāh dan menunaikan kewajiban menolong orang-orang Muslim secara umum dan sekarang pun Alhamdulillāh mereka menyatu dengan kaum Muslimīn. Dan itulah amalan mereka semisal pengamalan para Aimmah seperti Al Imām Ibnu ‘Abdil Wahhāb bersatu dengan kaum Muslimīn dalam memerangi musrikīn, demikian pula Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah bersatu dengan kaum Muslimīn dalam memerangi pasukan Mongol Tartar, dan sebelum itu di zaman Atba’ At Tābi’īn yaitu Al Imām Ibnu Hanbal bersatu dengan kaum Muslimīn dalam memerangi kāfirīn.

[Tanya jawab dengan Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir pada kajian Syarhu Sittati Mawādhi’ minas Sīrah, malam Rabu, 11 Rabī’ Al Akhīr 1448 / 23 September 2026 di Masjid Mutiah Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/15099
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/3109