MENOLONG HAMAS DALAM MEMERANGI MUSUH ISLAM

Pertanyaan:
Ada titipin pertanyaan Ustadz, apa mauqifnya Ustadz Al-Limbori tentang Hamas, apakah benar yang bersangkutan masih membela Hamas?.

Jawaban:
Hamas hizbiyyun, mereka sangat jelas di atas hizbiyyah, terang-terangan mereka berhizbiyyah secara resmi sesuai undang-undang ormas dan parpol yang berlaku di dunia Internasional, beda dengan hizbiyyun ‘adzirun yang berhizbiyyah secara tidak resmi. Pada hakekatnya Hamas memiliki niat baik untuk menolong Islam dan kaum Muslimin, hanya saja telah benar ucapan ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan namun tidak menggapainya.”
Hamas memiliki niat baik untuk menolonga Islam dan kaum Muslimin, hanya saja dengan cara yang menyelisihi syar’iat Islam, mereka berjuang untuk menolong Islam melalui jalan demokrasi yang bukan dari ajaran Islam, dan sungguh tidak pernah kita dapati negara Islam tegak melalui jalan demokrasi, kalau pun ada negara yang dimerdekakan melalui cara demokrasi maka pasti landasannya bukan hukum Islam tapi hukum demokrasi.
Dan kita membela Hamas saat mereka berperang melawan zionis, sebagaimana kita membela hizbiyyun ‘adzirun saat berperang melawan syi’ah-rafidhah. Perkara semacam ini tentu telah dimaklumi oleh setiap orang yang mengaku Muslim yang memiliki kecemburuan terhadap Islam, apalagi kalau mereka meminta tolong maka jelas kita akan menolong sesuai kesanggupan, sebagaimana dahulu Rasulullah Musa ‘Alaihish Shalatu was Salam menolong seorang Bani Israil atas Bani Qibthi:

فَوَجَدَ فِیهَا رَجُلَیۡنِ یَقۡتَتِلَانِ هَـٰذَا مِن شِیعَتِهِۦ وَهَـٰذَا مِنۡ عَدُوِّهِۦۖ فَٱسۡتَغَـٰثَهُ ٱلَّذِی مِن شِیعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِی مِنۡ عَدُوِّهِۦ

“Musa mendapati di kota ada dua orang bertikai, seseorang dari saudaranya (Bani Israil) dan seorang lagi dari musuhnya (Bani Qibthi). Lalu seseorang dari saudaranya meminta tolong kepadanya untuk menghadapi lawannya.” [Surat Al-Qashash: 15].
Pembelaan seperti ini adalah sikap terpuji yang tentu tidak akan disesali, hanyalah yang disesali oleh Musa ‘Alaihish Shalatu was Salam adalah terbunuhnya lawannya yang beliau tidak berniat membunuhnya, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:

فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَیۡهِۖ قَالَ هَـٰذَا مِنۡ عَمَلِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۖ إِنَّهُۥ عَدُوࣱّ مُّضِلࣱّ مُّبِینࣱ

“Lalu Musa memukulnya sekali pukulan, ternyata membuatnya mati. Musa pun berkata: “Ini termasuk dari perbuatan syaithan, sungguh syaithan adalah musuh yang jelas menyesatkan.” [Surat Al-Qashash: 15].
Kita Alhamdulillah bersyukur bisa membela Hamas walau hanya dengan kalimat haq dalam melawan zionis musuh umat Islam, sebagaimana kita juga bersyukur bisa membela hizbiyyun ‘adzirun dalam melawan syi’ah-rafidhah:

رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Wahai Rabb kami, terimalah dari kami. Sungguh Engkau adalah As-Sami’ (Maha Mendengar) lagi Al-‘Alim (Maha Mengetahui).” [Surat Al-Baqarah: 127].

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/327