MEWUJUDKAN HARAPAN MENJADI MUSLIM YANG TAAT
Pertanyaan:
Insya Allah saya adalah umat Muslim. Tapi saya sedih, makanya saya mau tanya: Mengapa saya susah sekali untuk bertaubat? Padahal hati benar-benar ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setiap saya mau belajar shalat, setiap saya mau belajar membaca Al-Qur’an yang diawali dengan membaca Iqra’ (karena saya belum hafal huruf Hijaiyah), setiap saya mau berpuasa, pasti ada saja hal yang membuat saya menunda untuk melakukannya.
Saya sering mendengarkan ceramah, baik dari televisi atau media sosial, atau bahkan mendengarkan ceramah dari masjid atau mushalla di desa tempat tinggal saya, terkadang saya sampai menangis dan berpikir untuk benar-benar ingin bertaubat dan ingin sekali jadi umat yang rajin dalam beribadah. Tetapi setelah ceramah yang saya dengarkan selesai, tidak lama berselang, hilanglah niat untuk bertaubat itu. Setiap saya mendengarkan kumandang adzan, hati saya ingin sekali saya melaksanakan shalat, tetapi tetap ketika adzan selesai, pikiran itu hilang lagi. Padahal jujur, saya tidak merokok, saya tidak minum-minuman beralkohol atau mabuk-mabukan, saya tidak pakai narkoba atau obat terlarang. Saya selalu berusaha jadi orang baik, selalu berbuat baik sesuai adab dan akhlak yang saya rasa itu baik dan benar Insya Allah. Tapi kenyataan yang saya alami saya seperti orang hina yang merugi.
Saya mohon bantu saya untuk bisa menjadi umat pengikut ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bantu saya agar tidak hanya menangis ketika sadar akan dosa dan kesalahan, tetapi benar-benar bisa membuat saya melaksanakan perintah-Nya dan bisa membuat saya menjauhi segala larangan-Nya.
Saya harus bagaimana?.
Banyak saya bertanya memohon pencerahan kepada orang-orang yang saya anggap ahli agama, tapi belum ada yang bisa membuat saya tersentuh dan ikhlas untuk bertaubat. Terima kasih sudah mau medengarkan isi hati kepiluan saya.
Jawaban:
Apakah kamu ingat salah satu amalan kebaikan yang pernah kamu lakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah?. Jika kamu ingat maka bertawassullah kepada Allah dengan menyebutkannya, yakni berdoalah kepada-Nya dengan menyebutkannya, misal kamu tidak meminum minuman beralkohol karena takut Allah maka ucapkanlah di dalam doamu: “Ya Allah sungguh aku tidak mau meminum minuman beralkohol karena takut kepada-Mu maka dari itu jadikanlah aku sebagai seorang Muslim yang melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam dan istiqamah padanya.”
Dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah dengan penuh ketulusan, bacalah doa ini: “Ya Allah palingkanlah hati kami ke ketaatan kepada-Mu.”
Jika nanti sudah bisa membaca tulisan Arab bacalah lafazh aslinya ini:
اللَّهمَّ اصرِفْ قلوبَنا إلى طاعتِكَ
“Ya Allah palingkanlah hati kami ke ketaatan kepada-Mu.”
Jika memungkinkan bagimu untuk datang ke tempat kami atau ke pesantren yang semisal supaya belajar agama maka manfaatkanlah, walaupun hanya hitungan bulan. Bukan hanya seorang atau dua orang yang belajar agama dari nol, namun sudah banyak orang belajar dari nol, Alhamdulillah juga bisa hingga dapat beramal di atas ilmu. Jika tidak memungkinkan bagimu untuk datang ke tempat ilmu maka bersungguh-sungguhlah berdoa kepada Allah supaya memudahkanmu berteman dengan teman yang shalih, berdoalah dengan doa:
اللَّهمَّ ارزُقْني جليسًا صالحًا
“Ya Allah rezkikanlah kepadaku teman yang shalih.”
Semoga Allah memberimu hidayah Islam dan memudahkanmu untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam.
(Abu Ahmad Al-Khidhir).