ORANG KAFIR MUSYRIK MEYAKINI BERHALA BERUPA PATUNG DAN KUBURAN SAMA-SAMA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
Pertanyaan:
Hizbi Yaman menegaskan kalau mereka juga mengkafirkan kaum yang jelas kafirnya, seperti pengkafiran mereka kepada syi’ah. Makanya mereka tidak terima dibilang murji’ah?.
Jawaban:
Pantas saja para penyembah kubur memperjelas kalau mereka bukan syi’ah sehingga tidak mendapatkan vonis kafir dari murji’ah. Sungguh seorang penyembah kubur pernah mengatakan kepada orang-orang shufi di hadapan kuburan Al-Husain:
ولسنا شيعة، يقول علينا نحن عبدة الأضرحة، يقول على المتصوفين أنهم عبدة الأضرحة، نعم نحن عبدة الأضرحة لأنها تقربنا إلى الله
“Kami bukan syi’ah, dia (yakni Wahhabi) mengatakan tentang kami: “Kami adalah para penyembah kubur.”, dia katakan tentang orang-orang shufi bahwa mereka adalah para penyembah kubur, iya kami adalah para penyembah kubur, karena sungguh kuburan itu mendekatkan kami kepada Allah.”
Para penyembah kubur seperti ini sangat banyak di Yaman, di Hadramaut banyak sekali, di Tarim sangatlah banyak. Namun hizbiyyah di Yaman tidak mengkafirkan mereka dengan alasan karena mereka jahil, dan inilah bukti kalau mereka murji’ah yang sesungguhnya, mereka tidak terima disebut murji’ah, akan tetapi keyakinan dan kenyataan mereka telah membuktikan. Dulu pernah kita sebutkan kenyataan dari keyakinan mereka:
بأنه لا يضر مع الإيمان شرك إذا كان صاحبه جاهلا
“Bahwasanya tidak berpengaruh suatu kesyirikan terhadap iman jika orang yang berbuat syirik itu orang bodoh.”
Yakni kesyirikannya tidak membatalkan keimanan dan atau keislamannya kalau dia bodoh.
Padahal argumen pelaku kesyirikan yang mereka anggap bodoh itu sama argumennya dengan pelaku kesyirikan di zaman Nabiuttaubah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:
وَٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِیَاۤءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِیُقَرِّبُونَاۤ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰۤ
“Orang-orang yang menjadikan pelindung-pelindung selain Allah mengatakan: “Kami tidaklah menyembah mereka itu melainkan supaya mereka mendekatkan kami sedekat-dekatnya kepada Allah.” [Surat Az-Zumar: 3].
Mungkinkah murji’ah akan mengatakan bahwa mereka ini orang-orang tidak bodoh sementara para penyembah kubur itu orang-orang bodoh?!. Subhanallah, sungguh Allah telah mengatakan tentang mereka semua sebagai orang-orang bodoh, Allah katakan kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
قُلۡ أَفَغَیۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوۤنِّیۤ أَعۡبُدُ أَیُّهَا ٱلۡجَـٰهِلُونَ
“Katakanlah: Apakah terhadap selain Allah kalian akan memerintahkanku untuk aku sembah wahai orang-orang bodoh?!.” [Surat Az-Zumar: 64].
Allah Subhanahu wa Ta’ala menamai mereka orang-orang bodoh.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13043
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1353