ORANG MATI MENDENGAR UCAPAN ORANG HIDUP YANG MENGAJAKNYA BICARA NAMUN TIDAK BISA MENJAWAB

Pertanyaan:
Apakah benar bahwa orang sudah mati bisa melihat dan mendengar orang-orang yang masih hidup?.

Jawaban:
Tidak ada dalîl dari Al-Qur’ãn dan As-Sunnah yang menjelaskan bahwa orang mati dapat melihat-lihat kepada orang yang masih hidup, sama saja orang mati itu di kubur atau tidak dikubur. Tidak ada dalîl menyebutkan bahwa yang mati dapat melihat-lihat orang yang masih hidup. Ada pendapat dari ‘aqlânî menyebutkan bahwa orang mati dapat melihat-lihat orang hidup, karena ‘aqlânî menggambarkan alam barzakh itu pemisah antara dunia dan akhirat, ‘aqlânî menyebutkan pemisahnya seperti kaca, jadi bisa melihat-lihat ke dunia dan bisa melihat-lihat ke akhirat. Ucapan ‘aqlânî dalam memutlakkan bahwa orang mati dapat melihat-lihat ke dunia ini sangat salah, dia tidak memiliki dalîl sama sekali dalam menetapkan pendapatnya ini. Kalau melihat-lihat ke akhirat maka benar ada dalîl yang menyebutkannya, orang mati yang nanti masuk neraka diperlihatkan kedahsyatan dan kengerian di dalam neraka, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan): “Masukkanlah Fir’aun dan pengikutnya ke dalam azab yang sangat keras!” (Ghâfir: 46).
Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ juga katakan:

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

“Neraka Jahîm diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.” (Asy-Syu’arâ’: 91).

Adapun orang mati mendengar ucapan orang masih hidup yang mengajaknya bicara di hadapannya langsung atau di kuburnya maka ini benar, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada orang-orang musyrik yang mati pada perang Badr:

أَلَيْسَ قَدْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا فَإِنِّي قَدْ وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي رَبِّي حَقًّا

“Bukankah kalian benar-benar telah mendapatkan apa yang diancamkan oleh Rabb kalian itu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya aku benar-benar telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabbku kepadaku dengan sebenar-benarnya.”
Tatkala ‘Umar Radhiyallâhu ‘Anhu mendengarkan ucapan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam seperti itu, beliaupun bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَسْمَعُوا وَأَنَّى يُجِيبُوا وَقَدْ جَيَّفُوا

“Wahai Rasûlullâh, bagaimana mereka akan mendengar dan bagaimana mereka akan menjawab sedangkan mereka telah mati? “
Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ وَلَكِنَّهُمْ لاَ يَقْدِرُونَ أَنْ يُجِيبُوا

“Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah kalian lebih mendengar terhadap apa yang aku katakan tentang mereka, mereka itu mendengar akan tetapi mereka tidak mampu untuk menjawab.” Riwayat Al-Bukhârî, Muslim dan ini adalah lafazh Muslim.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Rabu tanggal 20 Dzulhijjah 1443 / 20 Juli 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6613