PEMBUNUH AL-HUSAIN BIN ‘ALÎ RADHIYALLÂHU ‘ANHUMÂ

Pertanyaan:
Apakah benar Yazîd bin Mu’âwiyah merupakan penguasa yang zhâlim?
Dan apakan benar yang membunuh Al-Husain adalah tentara bayaran pendukung Yazîd?

Jawaban:
Di antara penduduk ‘Irâq mengeluh kepada Al-Husain bin ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhumâ tentang kezhaliman ‘Ubaidillâh bin Ziyâd yang merupakan bawahan Yazîd bin Mu’âwiyah, dengan sebab itu muncullah anggapan bahwa setiap kezhaliman yang dilakukannya itu atas keridhaan dari Yazîd bin Mu’âwiyah, sehingga Yazîd bin Mu’âwiyah dianggap sebagai penguasa zhâlim, di antara penduduk Madînah ketika itu pun beranggapan demikian, sehingga mereka melepaskan ketaatan dari Yazîd bin Mu’âwiyah, dan Al-Imâm Al-Bukhârî Rahimahullâh meriwayatkan dari hadîts Nâfi’, beliau berkata:

لَمَّا خَلَعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَزِيدَ بْنَ مُعَاوِيَةَ جَمَعَ ابْنُ عُمَرَ حَشَمَهُ وَوَلَدَهُ فَقَال:َ إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: يُنْصَبُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِنَّا قَدْ بَايَعْنَا هَذَا الرَّجُلَ عَلَى بَيْعِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَإِنِّي لَا أَعْلَمُ غَدْرًا أَعْظَمَ مِنْ أَنْ يُبَايَعَ رَجُلٌ عَلَى بَيْعِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُنْصَبُ لَهُ الْقِتَالُ، وَإِنِّي لَا أَعْلَمُ أَحَدًا مِنْكُمْ خَلَعَهُ وَلَا بَايَعَ فِي هَذَا الْأَمْرِ إِلَّا كَانَتْ الْفَيْصَلَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ

“Tatkala penduduk Madînah berlepas dari Yazîd bin Mu’âwiyah maka Ibnu ‘Umar mengumpulkan kerabat dan anak-anaknya lalu mengatakan: Saya mendengar Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Setiap pengkhianat diberi bendera pada hari kiamat, dan aku telah membai’at orang ini untuk berjanji setia kepada Allâh dan Rasûl-Nya, dan aku tidak lebih tahu pengkhianatan yang paling besar daripada seseorang yang dibai’at untuk berjanji setia kepada Allâh dan Rasûl-Nya kemudian dia diberi bendera untuk perang, dan aku tidak lebih tahu tentang salah seorang di antara kalian jika melepaskan ketaatannya, dan dia tidak pula berbai’at dalam urusan ini, melainkan antara aku dan antara dia ada batas pemisah”.

Para tentara yang membunuh Al-Husain bin ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhumâ termasuk dari tentara-tentara Yazîd bin Mu’âwiyah, sehingga dituduhlah Yazîd bin Mu’âwiyah sebagai pembunuhnya, karena dia yang memegang urusan ketika itu, namun disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Yazîd bin Mu’âwiyah berkata:

ﻛُﻨْﺖ ﺃَﺭْﺿَﻰ ﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺔِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻌِﺮَﺍﻕِ ﺑِﺪُﻭﻥِ ﻗَﺘْﻞِ ﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦِ

“Dahulu aku ridhâ terhadap ketaatan penduduk ‘Irâq dengan tanpa membunuh Al-Husain”.
Al-Hâfizh Ibnu Katsîr Rahimahullah menyebutkan di dalam “Al-Bidâyah wan Nihâyah” bahwa Yazîd bin Mu’âwiyah berkata:

ﻗَﺪْ ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺭْﺿَﻰ ﻣِﻦْ ﻃَﺎﻋَﺘِﻜُﻢْ ﺑِﺪُﻭﻥِ ﻗَﺘْﻞِ ﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦِ، ﻟَﻌَﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﺑْﻦَ ﻣَﺮْﺟَﺎﻧَﺔَ – ﻳَﻌْﻨِﻲ ﻋُﺒَﻴْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦَ ﺯِﻳَﺎﺩٍ – ﺃَﻣَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﺻَﺎﺣِﺒُﻪُ ﻟَﻌَﻔَﻮْﺕُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻭَﺭَﺣِﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦَ

“Sungguh dahulu aku ridhâ terhadap ketaatan kalian dengan tanpa membunuh Al-Husain, semoga Allâh melaknat Ibnu Marjânah yakni ‘Ubaidillâh bin Ziyâd, demi Allâh, kalau sesungguhnya aku menemaninya maka aku memaafkan Al-Husain, semoga Allâh merahmati Al-Husain”.

Berkata Syaikhul Islâm Abul ‘Abbâs Ahmad Al-Harrânî Rahmatullâh’ Alainâ wa ‘Alaih:

ﻟَﻜِﻨَّﻪُ ﻣَﻊَ ﻫَﺬَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﻈْﻬَﺮْ ﻣِﻨْﻪُ ﺇﻧْﻜَﺎﺭُ ﻗَﺘْﻠِﻪِ، ﻭَﺍﻟِﺎﻧْﺘِﺼَﺎﺭُ ﻟَﻪُ، ﻭَﺍﻟْﺄَﺧْﺬُ ﺑِﺜَﺄْﺭِﻩِ: ﻛَﺎﻥَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻮَﺍﺟِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻓَﺼَﺎﺭَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻳَﻠُﻮﻣُﻮﻧَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺗَﺮْﻛِﻪِ ﻟِﻠْﻮَﺍﺟِﺐِ

“Akan tetapi bersamaan dengan ini, tidaklah nampak (secara terang-terangan) dari Yazîd bin Mu’âwiyah pengingkaran terhadap pembunuhan Al-Husain dan tidak pula menolongnya serta tidak pula membalas bunuh orang yang membunuhnya, padahal itu adalah kewajiban baginya, maka orang-orang yang di atas kebenaranpun mencelanya karena dia meninggalkan kewajibannya (sebagai penguasa).”

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada 14 Muharram 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1075