PERLAKUAN MURJI’AH KONTEMPORER TERHADAP KITAB-KITAB YANG BERKAITAN DENGAN MEREKA
Pertanyaan:
‘Afwan Ustadz izin bertanya, buku-buku apa saja yang bagus untuk dibaca dipermasalahan tentang udzur bil jahl? Dan yang menjelaskan tentang bahayanya pemikiran murji’ah kontemporer Ustadz? Supaya ana bisa berhati-hati dari kelompok murji’ah dan kelompok hizbiyyah ‘adzirun bil jahl terhadap para pelaku syirik akbar.
Jawaban:
Sebenarnya kitab-kitab yang ditulis oleh Al-Imam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih sudah menerangkan tentang tidak adanya al-‘udzru bil jahli pada perkara ushul, kalaupun ada hanya pada perkara khafi bukan pada perkara jali, orang yang melakukan kesyirikan atau kekafiran akbar secara zhahirnya maka dihukumi sesuai zhahirnya dan tidak diberi udzur, kitab-kitab matan beliau telah menerangkan itu, seperti Al-Ushul Ats-Tsalatsah beliau sebutkan mereka yang memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah musyrik kafir, beliau tidak namai Muslim jahil, di dalam Al-Qawa’idul Arba’ beliau namai mereka yang melakukan kesyirikan sebagai musyrikun dan beliau sebutkan bahkan lebih parah daripada musyrikun terdahulu, di dalam Sittatutu Mawadhi’ Minas Sirah beliau sebutkan keadaan mereka lebih parah daripada keadaan Abu Thalib, di dalam Mufidul Mustafid fi Kufri Tarikit Tauhid beliau bandingkan pengkafiran beliau dengan pengkafiran sebagian ‘ulama empat madzhab terhadap pelaku kekafiran dan dalam menta’yin pelaku kekafiran, sebelum itu beliau bawakan pula kisah para Shahabat dalam memerangi kaum yang tidak membayar zakat dengan tanpa menanyakan udzur mereka. Demikian pula di dalam Kasyfusy Syubuhat, beliau membantah ‘ulama musyrikin yang membela juhhal musyrikin karena mereka berdalil dengan kisah Mu’adz sujud kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau membantah mereka yang berdalil dengan kisah dzatu anwath dalam pembelaan mereka terhadap juhhal musyrikin, di dalam Nawaqidul Islam beliau tidak pernah menetapkan al-‘udzru bil jahli padanya, karena kewajiban bagi yang batal keislamannya adalah bersegera kembali memperbaiki keislamannya, bukan berlarut-larut di dalam pembatalannya. Namun ternyata hujjah-hujjah beliau di dalam kitab-kitab beliau malah disimpulkan oleh murji’ah kontemporer bahwa beliau menetapkan adanya al-‘udzru bil jahli, lalu mereka lepas kendali dalam memberi udzur hingga orang yang berbuat syirik akbar terang-terangan dan terus menerus padanya mereka akui sebagai saudara mereka seagama, mereka anggap sebagai Muslim dan kekafirannya bagi mereka tidak mempengaruhi pengakuannya sebagai Muslim selama dia bodoh, mereka menjadikan kebodohan sebagai hujjah dan pengokoh dalam mengakui orang musyrik sebagai saudara mereka.
Alhamdulillah semua kitab Al-Imam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih yang kita sebutkan memiliki keterkaitan dan dapat disimpulkan beliau tidak menetapkan adanya al-‘udzru bil jahli pada perkara jali, kalau pun ada al-‘udzru bil jahli yang beliau tetapkan maka itu pada perkara khafi. Hanya saja kembali pada orang yang membaca, mempelajari atau mengajarkannya, karena sungguh banyak kita dapati dari kalangan murji’ah kontemporer menta’wilnya atau bahkan seakan-akan membantahnya di saat menerangkan dan mengajarkannya, Hasbunallahu Wani’mal Wakil.
Ada kitab Al-Furuq Baina ‘Aqidatis Salaf wa ‘Aqidatil Murji’ah yang menjelaskan tentang pemikiran murji’ah, hanya saja murji’ah kontemporer juga bermain padanya, bahkan disampaikan ke kita mereka juga baca dan membacakan kepada yang lainnya, hanya saja perlakuan mereka sama dengan memperlakukan kitab-kitab Aimmah Da’wah. Oleh karena itu kita yang hidup di akhir zaman ini harus betul-betul mencari dan mencari tahu kebenaran, harus sungguh-sungguh dan terus menerus berdo’a:
اللهم أَرِنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه، وأرِنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه
“Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah rizki kepada kami untuk mengikutinya, dan perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah rizki kepada kami untuk menjauhinya.”
[Abu Ahmad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/252