RAKYAT CERIMAN PENGUASA

Pertanyaan:
Ahsanallahu ilaikum, izin bertanya Ustadz, ada kaidah menyebutkan: “Pemimpin adalah cerminan rakyatnya”. Apakah secara mutlak seperti itu?. Jazakumullahu khairan, Barakallahu fikum.

Jawaban:
Tidak mutlak seperti yang disebutkan pada pertanyaan, bahkan terkadang kebalikannya, yaitu rakyat adalah cerminan pemimpinnya, sebagaimana tatkala rakyat rusak maka akan dijadikan pemimpin yang rusak pula semisal mereka, oleh karena itu Ibnu ‘Abbas semoga Allah meridhainya pernah berkata:

وَإِذَا سَخِطَ اللهُ عَلَىٰ قَوْمٍ وَلَّىٰ أَمْرَهُمْ شِرَارَهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ، ثُمَّ تَلَا قَوْلَهُ: وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا

“Dan jika Allah murka kepada suatu kaum, maka Dia akan menyerahkan urusan mereka kepada orang-orang yang paling buruk di antara mereka disebabkan apa yang telah mereka perbuat.” Kemudian beliau membaca perkataan-Nya: “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menguasai sebagian yang lain.’ [Al-An’am: 129].”
Dan sungguh bagus apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim semoga Allah merahmatinya:

وتأمل حكمته تعالى في أن جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس أعمالهم، بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم

“Perhatikanlah hikmah Allah Ta’ala dalam memilih para raja bagi rakyat, pemimpin mereka dan pelindung mereka adalah sama dengan amalan mereka. Bahkan seakan-akan perbuatan mereka nampak sebagai cerminan pemimpin dan penguasa mereka.”
Beliau katakan pula:

وليس في الحكمة الإلهية أن يولي على الأشرار إلا من يكون من جنسهم

“Dan bukan pada hikmah Ilahi, Dia akan memilih pemimpin atas orang-orang buruk kecuali orang yang keberadaannya sama dengan mereka.”

وصلى الله على نبينا وعلى إخوانه الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه ومن والاه إلى يوم الدين

[Abu Ahmad Al Khidhir pada hari ‘Asyura’ (Jum’at, 10 Muharram 1448 / 26 Juni 2026) di Masjid Mutiah Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14290
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2402