SEDEKAH BAGI YANG KURANG AMALANNYA
Muslim meriwayatkan di dalam “Shahîh”nya:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ قَالَ: تَكُفُّ شَرَّكَ عَنِ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ
“Dari Abû Dzarr, beliau berkata: Wahai Rasûlullâh, apa pendapatmu jika aku melemah pada sebagian amalan? Beliau berkata: “Kamu menahan gangguanmu terhadap orang lain, karena itu adalah sedekah darimu untuk dirimu.”
Sedekah yang paling agung adalah menahan lisan dan tangan dari mengganggu orang-orang muslim, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Orang muslim adalah orang-orang muslim selamat dari gangguan lisannya dan tangannya.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim.
Fâidah khutbah Jum’at Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada tanggal 10 Jumâdil Awwal 1442 / 25 Desember 2020 di Masjid Al-Kautsar Kp Tenggilis Mustikajaya Bekasi.