SEMOGA ALLÂH MENANGKAN HAMÂS ATAS ZIONIST YAHÛDÎ

Pertanyaan:
Saat Ana memperlihatkan kebersamaan dengan Majaalis Al-Khidhir yang condong ke Hamâs dalam memerangi Zionits Yahûdî. Tiba-tiba saja dari kelompok-kelompok Salafî yang beraneka warna menghujati dengan kirim fatwâ ‘ulamâ soal Hamâs, yang mencengangkan fatwânya Asy-Syaikh Muqbil soal Hamâs tidak akan menolong Islâm, karena ada syî’ah di dalamnya dan ada al-ikhwânî al-hizbî.

Jawaban:
Alhamdulillâh kita menampakkan kecondongan kepada Hamâs dan Abû ‘Ubaidahnya secara khusus itu sesuai manhaj Salaf, daripada sebagian kaum yang mengaku-ngaku setengah mati di atas manhaj Salaf namun tidak di atas pendirian yang benar, tidak menampakkan kecondongan bahkan berkesan seolah-olah tidak memerangi Zionits Yahûdî atau teramat jarang membicarakan Zionits Yahûdî, namun giat membicarakan Hamâs dengan tanpa mau tahu di saat-saat perang sekalipun.
Di zaman Salaf, sebelum tahun hijriyyah terjadi perang besar antara Persia dan Romawi, Salaf kita Nabi Akhir Zaman Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan orang-orang beriman menampakkan kecondongan kepada Romawi, padahal perang ketika itu antara sesama kaum kuffâr. Namun karena Romawi adalah Ahlul Kitâb dan masih ada kepercayaan terhadap Allâh Rabb semesta alam, orang-orang berimanpun menampakkan kecondongan padanya, tidak hanya sekedar kecondongan bahkan menampakkan rasa senang dan riang gembira tatkala kemenangan diraih oleh Romawi:

وَیَوۡمَىِٕذࣲ یَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

“Dan pada hari kemenangan itu, orang-orang beriman bergembira.” [Surat Ar-Rûm: 4].
Alhamdulillâh kita senang dan bersyukur dengan adanya Hamâs yang sudah berusia puluhan tahun dalam berjihâd memerangi Zionits Yahûdî, dengan sebab keberadaan mereka, Zionist Yahûdî terhalangi menakukkan Palestina seluruhnya. Dan kita yakin bahwa mudah bagi Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ untuk menolong Islâm lewat perjuangan mereka, bukankah Allâh Jalla wa ‘Alâ telah menggembirakan orang-orang beriman dengan menolong Romawi dalam mengalahkan Persia padahal kekafiran Romawi sangat jelas?!:

لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُۚ وَیَوۡمَىِٕذࣲ یَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ * بِنَصۡرِ ٱللَّهِۚ یَنصُرُ مَن یَشَاۤءُ

“Bagi Allâhlah urusan sebelum dan setelah (Romawi menang). Pada hari (kemenangan Romawi) itu, bergembiralah orang-orang beriman, dengan adanya pertolongan Allâh. Dia akan menolong siapa yang Dia kehendaki.” [Surat Ar-Rûm: 4-5].
Bukankah Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah katakan:

وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sungguh Allâh benar-benar akan menguatkan agama ini dengan pria yang durhaka.”
Orang-orang yang memandang sebelah mata terhadap syar’iat jihâd, yang mereka itu setengah mati dan bersusah payah mengaku-ngaku di atas manhaj Salaf atau menamai diri mereka sebagai Salafiyyûn, kenapa mereka tidak mempertanyakan: “Adakah fatwâ tahdzîran yang tegas dari Asy-Syaikh Muqbil terhadap ormas atau Hizbul Mu’tamar Asy-Sya’bî Al-‘Âm (partai Kongres Rakyat Umum) Yaman?!.” Bukankah ormas ini ada syi’âh di dalamnya? Ada berbagai hizbiyyah di dalamnya, bahkan pendirinya ‘Alî ‘Abdullâh Shâlih telah berhasil menguasakan Hutsî dalam memerangi musuh-musuh politik dan kepentingan politiknya hingga Dârul Hadîts Dammâj termasuk yang dikorbankan.
Semasa hidup Asy-Syaikh Muqbil, demikian pula penggantinya Syaikh Al-Hajûrî, pernahkah mereka membicarakan ormas tersebut dengan lantang sebagaimana mereka membicarakan Hamâs?! Pernahkah keduanya dan para pengikut keduanya membicarakan ‘Alî ‘Abdullâh Shâlih sebagaimana membicarakan Abû ‘Ubaidah?! Ataukah justru mereka telah berlebihan memuji ‘Alî ‘Abdullâh Shâlih dan salah menempatkannya sehingga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ menguasakannya atas mereka?!.

(Muhammad Al-Khidhir).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8474