SETIAP THAGHUT ADALAH KAFIR
Pertanyaan:
Izin bertanya Ustadz Muhammad Khidhir semoga Allah menjaga antum sekalian. Apa benar pelaku maksiat bisa dikatakan sebagai thaghut seperti yang disebutkan di kitab Syarhu Tsalatsatil Ushul (Lisy Syaikh Ibnu Baz)? Benarkah di kitab tersebut menjelaskan demikian?.
Jawaban:
Secara syar’i, pelaku maksiat tidaklah dikatakan sebagai thaghut, dia dinamai ‘ashi, zhalim atau baghi. Dan yang kita pernah kaji di antara dari kitab Asy-Syaikh Ibnu Bazz adalah Syarhu Tsalatsatil Ushul cetakan Maktabah Al-Imam Muslim, beliau katakan pada penjelasannya:
والطاغوت هو الذي يتجاوز الحد إما بشركه وكفره وإما بدعوته إلى ذلك
“Thaghut adalah orang yang melampaui batas, adakalanya pada kesyirikannya dan kekafirannya, adakalanya pada seruannya kepada yang demikian itu.”
Ini yang kita ketahui tentang penyebutannya terhadap thaghut. Adapun selain itu mungkin saja ada syarahnya yang lain, hanya saja kalau ada penjelasan selain itu, mungkin yang diinginkan oleh beliau secara bahasa saja, karena Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan salah seorang muridnya pernah pula menjelaskan:
والطواغيت كثيرون، وكل طاغوت فهو كافر بلا شك
“Para thaghut itu banyak, dan setiap thaghut adalah kafir dengan tanpa ada keraguan.”
Dan penjelasan tentang thaghut secara syar’i, jelas tidaklah diinginkan dengannya kecuali kesyirikan dan atau kekafiran, sebagaimana yang diterangkan oleh Asy-Syinqithi di dalam Adhwa’ul Bayan:
والتحقيق أن كل ما عبد من دون الله فهو طاغوت
“Yang pasti bahwa setiap apa yang diibadahi dari selain Allah maka itu adalah thaghut.”
Dan kita telah diperintah untuk mengkufuri thaghut dan berlepas diri darinya:
یُرِیدُونَ أَن یَتَحَاكَمُوۤا۟ إِلَى ٱلطَّـٰغُوتِ وَقَدۡ أُمِرُوۤا۟ أَن یَكۡفُرُوا۟ بِهِۦ
“Mereka ingin untuk berhukum kepada thaghut, padahal sungguh mereka telah diperintah untuk kufur terhadapnya.” [Surat An-Nisa’: 60].
[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].