SHALAT MENCEGAH KESYIRIKAN
Shalat adalah pencegah dari syirik, dahulu orang-orang musyrik dari kaum Syu’aib mengakui bahwa shalat mencegah dari syirik: {Mereka berkata: Wahai Syu’aib, apakah shalatmu yang memerintahkanmu untuk kami meninggalkan apa yang diibadahi oleh orang-orang tua kami atau untuk kami berbuat terhadap harta kami sesuai keinginan kami. Sungguh kamu benar-benar orang yang penyantun dan bijak}.
Demikian pula orang-orang musyrik Quraisy berkata kepada Ibnu Daghinah: “Sungguh kami dahulu melindungi Abû Bakr untuk beribadah kepada Rabbnya di rumahnya dan sesungguhnya dia telah melampui itu lalu dia membangun masjid di halaman rumahnya. Dia terang-terangan shalat dan membaca surat, sungguh kami telah khawatirkan anak-anak dan isteri-isteri kami terpengaruh, maka datanglah kamu kepadanya, jika dia ingin membatasi diri dengan beribadah kepada Rabbnya di rumahnya maka dia lakukan. Jika dia tetap bersikeras untuk tetap beribadah secara terang-terangan maka mintalah dia supaya mengembalikan kepadamu jaminan perlindunganmu, karena kami benci jika jaminan yang kamu berikan dilanggar dan kami tidak akan pernah mengizinkan Abû Bakr untuk beribadah terang-terangan.”
Diterjemahkan oleh:
Abû Hafsh ‘Umar Al-Jâwî dari fâidah Muhammad Al-Khidhir.