SURGA HANYA DIMASUKI OLEH ORANG ISLAM
Pertanyaan:
Gus Islah Bahrawi mengatakan: “Selain Islam asal punya moral yang baik maka bisa masuk Surga.” Memang benar bisa masuk Surga Ustadz?.
Jawaban:
Kalau mau berbicara tentang moral maka sungguh orang-orang musyrik jahiliyyah paling bagus moral mereka, sampai Nabiuttaubah ‘Alaihish Shalatu was Salam mengatakan:
فَخِيارُكُمْ في الجاهليةِ خِيارُكُمْ في الإسلامِ إذا فَقِهوا
“Orang-orang terbaiknya kalian di zaman jahiliyyah adalah orang-orang terbaiknya kalian di zaman Islam jika mereka mempelajari agama Islam.”
Yakni kebagusan moral mereka itu akan bermanfaat bagi mereka apabila mereka memeluk Islam, terlebih lagi kalau mereka mendalami ilmu agama. Pernah Hakim bin Hizam Radhiyallahu ‘Anhu bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
يا رَسولَ اللهِ، أرَأيتَ أشياءَ كُنتُ أتَحَنَّثُ بها في الجاهِليَّةِ مِن صَدَقةٍ أو عَتاقةٍ، وصِلةِ رَحِمٍ، فهل فيها مِن أجرٍ
“Wahai Rasulullah, apa pendapat engkau tentang perkara-perkara yang dahulu aku beribadah dengannya pada zaman jahiliyyah berupa sedekah, membebaskan budak dan silaturrahim, apakah ada padanya pahala?.” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
أسلَمتَ على ما سَلَفَ مِن خَيرٍ
“Kamu telah berislam di atas kebaikan yang telah kamu lakukan sebelumnya.”
Ini menunjukkan bahwa hanya dengan memeluk Islam segala kebaikan akan bermanfaat, hanya dengan Islam seseorang akan selamat, berkata Nabiul Malhamah ‘Alaihish Shalatu was Salam di dalam suratnya kepada Hiraklius:
سلامٌ علَى من اتَّبعَ الهُدى، أمَّا بعدُ، فإنِّي أدعوكَ بدِعايةِ الإسلامِ، أَسلِمْ تَسلَمْ
“Keselamatan hanya bagi orang yang mengikuti petunjuk, kemudian daripada itu, maka sungguh aku menyerumu kepada seruan Islam, masuk Islam-lah maka kamu akan selamat.”
Perintah untuk masuk ke dalam Islam merupakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang telah Dia perintahkan kepada Abul Anbiya’ Ibrahim Al-Khalil ‘Alaihish Shalatu was Salam:
إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥۤ أَسۡلِمۡۖ قَالَ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
“Ingatlah tatkala berkata kepadanya Rabbnya: Masuk Islamlah, dia pun berkata: “Aku masuk Islam karena Rabb semesta alam.” [Surat Al-Baqarah: 131].
Tidak hanya beliau ikrarkan pada diri beliau, namun beliau memerintahkan pula para nabi dari anak keturunan beliau yang datang setelah beliau untuk bergama Islam, berkata Allah Ta’ala:
وَوَصَّىٰ بِهَاۤ إِبۡرَ ٰهِـۧمُ بَنِیهِ وَیَعۡقُوبُ یَـٰبَنِیَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّینَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Wahai anak keturunanku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam”. [Surat Al-Baqarah: 133].
Adapun yang tidak memeluk Islam maka tidak akan selamat dan tidak akan masuk Surga, meskipun dia memiliki moral yang baik. Lihat Abu Thalib, dia sangat banyak kebaikannya, dia perhatian terhadap keponakannya yang yatim piatu, dia membela kebenaran, dia banyak memberi dan dia sangat jujur dan tidak suka mencela. Sampai pada akhir hidupnya disuruh oleh keponakannya Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam untuk mengucapkan La Ilaha Illallah, dengan mengucapkannya maka dia teranggap telah masuk Islam, tapi dia enggan, dia tidak mau mengucapkannya karena tahu konsekuensinya yaitu harus menganggap salah agama selain Islam, harus mengkafirkan orang-orang yang tidak beragama dengan Islam, dia tahu konsekwensinya harus mencela atau membenci agama nenek moyangnya, dia pun katakan:
علمت بأن دين محمد
من خير أديانِ البرية دينَا
لولا المَلامَةُ أو حِذارُ مَسَبة
لوَجدتَني سَمحا بذاك مُبينا
“Aku mengetahui bahwa agamanya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah agama terbaik dari seluruh agamanya manusia
Kalau bukan karena celaan dan menghindari aib. Maka jelas kamu akan mendapatiku beragama dengannya.”
Karena dia tidak mau memeluk Islam, dia pun masuk Neraka, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
هو في ضَحْضَاحٍ من نارٍ، ولولا أنا لكان في الدَّرْكِ الأسْفَلِ منَ النارِ
“Dia (Abu Thalib) di Neraka teringan azabnya, kalau bukan (syafa’at khusus dari)ku maka sungguh dia di Neraka yang paling berat azabnya.”
[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, 23 Syawwal 1447 / 12 April 2026 di Bogor]
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13919
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2084