SYIRIK HUKUM YANG DIABAIKAN MURJI’AH

Pertanyaan:
Bagaimana kita bisa tahu pada orang yang terkena pemikiran murji’ah sedangkan dia kelihatannya mengingkari kesyirikan?.

Jawaban:
Tidak akan kamu dapati seorang pun dari kalangan murji’ah yang mengingkari syirik melainkan hanya akan mengingkari syirik ibadah tidak pada syirik hukum, karena ia tahu kalau mengingkari syirik hukum maka dia akan bermasalah dengan penguasanya yang tunduk kepada undang-undang buatan ahli kitab, sementara dia telah menganggapnya sebagai waliu amrinya. Maka untuk menyesuaikan diri, dia pun mengesampingkan pengingkaran terhadap syirik hukum supaya mencocoki akidah penguasanya. Itulah bentuk irja’ yang disebutkan oleh Nashr bin Syumail Rahimahullah:

دِينٌ يُوافقُ المُلوك

“Irja’ adalah akidah yang mencocoki para penguasa.”
Dan atsar ini, jika kamu sampaikan kepada mereka maka pasti mereka akan membatalkannya dengan dalil-dalil tentang kewajiban untuk tunduk dan taat kepada penguasa yang telah mereka golongkan sebagai ulil amri, di antara dalilnya adalah perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

عليكم بالسَّمعِ والطَّاعةِ وإن تأمَّرَ عليكم عبدٌ حبشِيٌّ كأنَّ رأسَهُ زَبيبةٌ

“Wajib bagi kalian untuk mendengar dan taat, meskipun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya asal Habasyah yang seakan-akan kepalanya adalah anggur kering.”
Mereka akan sebutkan dalil-dalil seperti itu dengan perbedaan-perbedaan lafazh yang cukup mendeteil, namun mereka akan mengabaikan lafazh penjelas yang merupakan pokok penting dalam berpegang teguh kepada manhaj Salaf yaitu:

يُقودُكم بكتابِ اللهِ

“Dia memimpin kalian dengan Kitabullah.”
Dalam suatu lafazh:

ما أقامَ لَكم كتابَ اللَّهِ

“Selama dia menegakkan Kitabullah kepada kalian.”

[Muhammad Al-Khidhir Ayyadahullah].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/2925